Putri Jalani Operasi Caesar Anak Pertama tanpa Biaya Berkat Program JKN

Warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda Kota Bima, Putri Nurul Sa'baniatun menunjukan kartu JKN. Ia bersyukur dapat menjalani operasi Caesar melahirkan anak pertamanya tanpa pusing memikirkan biaya berkat telah tercakup dalam program JKN.
Warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda Kota Bima, Putri Nurul Sa'baniatun menunjukan kartu JKN. Ia bersyukur dapat menjalani operasi Caesar melahirkan anak pertamanya tanpa pusing memikirkan biaya berkat telah tercakup dalam program JKN.

Kota Bima, Berita11.com— Putri Nurul Sa’baniatun (27 tahun), warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda Kota Bima, kini bisa bernapas lega. Persalinan yang dijalaninya di Rumah Sakit dr. Agung Kota Bima beberapa hari lalu berlangsung lancar tanpa hambatan walaupun melalui operasi Caesar.

Selain ia dan bayinya yang selamat dalam proses persalinan, hal yang membuatnya sangat bersyukur lantara dapat menjalani proses persalinan melalui operasi Caesar secara gratis karena dijamin program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Mendengarkan kata operasi saja sudah kebayang yang aneh-aneh dipikiran, rasa khawatir, takut dan was-was terlintas di kepala saya. Siapa yang tidak takut kalau mau dioperasi, pikiran udah kemana-mana membayangkan yang tidak-tidak, apakah saya dan bayi saya akan baik-baik saja atau tidak,” cerita Putri, Kamis (21/12/2023) lalu.

Pada awalnya, Putri sempat khawatir biaya operasi caesar yang ia perkirakan butuh dana yang tidak sedikit. Kekhawatirannya tersebut tidak bertahan lama karena saat itu petugas di rumah sakit menginformasikan seluruh biaya operasinya dapat dijamin oleh program JKN. Mendengar penjelasan petugas rumah sakit membuatnya sangat senang dan bersyukur saat itu.

BACA JUGA: Warga Kelurahan Dodu Antusias Manfaatkan Layanan BPJS Kesehatan Keliling

Putri mengaku sebenarnya tidak berharap proses kelahiran anak pertamanya melalui operasi caesar. Namun menurutnya, Tuhan berkehendak lain, di mana harus membuat dirinya menjalani persalinan melalui operasi lantaran tidak dapat dilakukan secara normal.

“Saya dan keluarga tidak henti-hentinya mengucapkan syukur. Tidak bisa dibayangkan jika tidak terdaftar peserta JKN kala itu dan kami juga tidak tahu harus berbuat apa jika tidak dijamin program JKN. Sebelum tindakan dimulai, petugas rumah sakit menyampaikan bahwa semua biaya telah dijamin oleh program JKN. Kami merasa sangat lega dan dapat masuk ke ruang operasi dengan tenang,” ujarnya.

Setelah menjalani operasi, ia pun dipindahkan ke ruang perawatan sesuai haknya di kelas II. Tindakan operasi yang dijalaninya saat itu berjalan dengan baik dan lancar.

Pengalaman yang juga tidak dilupakannya selama menjalani proses persalinan, ia tidak pernah merasakan perlakuan diskriminatif atau penelantaran yang tidak mengenakan. Justru sejak ia masuk dari ruang IGD hingga dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang, layanan yang dirasakan sangat baik.

Putri mengucapkan rasa terima kasih kepada Rumah Sakit dr. Agung Kota Bima, BPJS Kesehatan dan pemerintah yang telah mengelola program JKN dengan sangat baik.

“Alhamdulillah tidak ada sepersenpun biaya saya keluarkan saat persalinan anak pertama meskipun dengan tindakan operasi caesar. Saya terdaftar di kelas 2, fasilitas yang didapat sudah cukup baik, namun jikalau kita inginkan kenyamanan yang lebih apalagi setelah melahirkan, bisa saja naik ke kelas 1 dengan membayar selisih biaya kamar perawatan. Tak ada yang berbeda dalam hal pelayanan medis, obat-obatan dan lainnya, hanya kamar saja dikelas 1 lebih nyaman,” ungkap Putri.

BACA JUGA: Gelar Yudisium Angkatan XVI, Ketua STKIP Tamsis Ingatkan Higher Order Thinking

Menurutnya, Jaminan Kesehatan Nasional untuk keluarga sangat penting, karena kesehatan sangat tak ternilai harganya. Jika sakit, semua harta benda yang dimiliki dan makanan enakpun tidak dapat dinikmati.

Dia berharap agar program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tetap mempertahankan pelayanan yang sudah sangat baik, bahkan bisa semakin baik lagi. Dia dan keluarganya juga ikut mendukung agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat program JKN seperti halnya yang ia dan keluarganya rasakan.

“Jaminan kesehatan asional sangat penting, program JKN ini wajib diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Semua masyarakat Indonesia berhak hidup sehat. Adanya program JKN mewujudkan hal itu agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa berobat karena tidak punya biaya,” pungkas Putri.

Putri Nurul Sa’baniatun (27) merupakan warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda Kota Bima yang terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Dia merupakan karyawan di perusahaan swasta. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait