TPT ke-32, PERHAPI Dorong Perbaikan Tata Kelola Pertambangan Demi Ketahanan Ekonomi

Kegiatan loading di tambang terbuka.
Kegiatan loading di tambang terbuka.

Jakarta, Berita11.com— Temu Profesi Tahunan (TPT) ke-32 Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) yang akan berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur pada 17-20 September 2023 mengusung tema Tata Kelola Pertambangan untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Indonesia Unggul 2045.

Ketua Umum PERHAPI, Rizal Kasli mengatakan, industri pertambangan dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Secara khusus pasca pandemi Covid-19, kontribusi sektor pertambangan cukup signifikan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

“Ketika banyak negara mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia masih bisa tumbuh positif salah satu karena ditopang oleh sektor pertambangan. Kenaikan harga dan hilirisasi komoditi tambang yang sudah berjalan menjadikan perekonomian Indonesia lebih kokoh,” kata Rizal Kasli dikutip, Sabtu (16/9/2023).

Dia mengatakan, perlu bersyukur karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam pertambangan yang cukup besar dan beragam. Hal itu menjadi modal berharga bagi perekonomian nasional.

“Kita juga berterima kasih pada pemerintah yang telah dengan konsisten mendorong hilirisasi sehingga kita memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari potensi sumber daya alam pertambangan ini,” kata dia.

BACA JUGA: Pertambangan Kontraksi 21,94 Persen, Jamsos Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II NTB

Menurut Rizal, tata kelola menjadi aspek yang sangat penting untuk memaksimalisasi potensi sumber daya alam pertambangan sehingga bermanfaat bagi negara dan masyarakat.

“Tata kelola yang baik tentu akan memberikan manfaat yang optimal bagi bangsa. PERHAPI sebagai organisasi profesi di sektor pertambangan terus mendukung dan mendorong penerapan tata kelola pertambangan yang lebih baik,” ujarnya.

PERHAPI sejauh ini melihat tata kelola pertambangan di Indonesia sudah berjalan baik. Apalagi Pemerintah telah konsisten mendorong hilirisasi sehingga negara mendapat nilai tambah yang lebih besar. Investasi di kegiatan hilirisasi tumbuh secara luar biasa dan turut memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian timur.

Namun PERHAPI juga mencatat masih ada sejumlah tantangan dan masalah yang ada di sektor pertambangan.

“Kita melihat masih ada sejumlah persoalan yang harus mendapat perhatian diantaranya terkait dengan tata kelola mulai dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari aktivitas penambangan sampai pada kegiatan pengolahan, pemurnian hingga ke industri manufaktur untuk menghasilkan barang jadi atau produk jadi,” kata Rizal.

Dia menyebut, sejumlah persoalan yang mesti mendapat atensi di antaranya pertambangan ilegal di hulu, tumpang tindih perizinan, fenomena dokumen terbang, penerapan good mining practice, CSR dan aspek lingkungan. Sementara di midstream dan hilir masih ada sejumlah isu mulai dari aspek SHE, produk yang dihasilkan yang dominan adalah produk antara dan juga konservasi cadangan khusus terkait nikel kelas 1.

BACA JUGA: Operasi Patuh Digelar Dua Pekan, jangan Lupa Siapkan ini

“Ini semua menjadi catatan tentu harus menjadi perhatian para stakeholder pertambangan termasuk PERHAPI untuk dicarikan solusi sehingga potensi pertambangan yang kita miliki bisa memberi manfaat yang lebih optimal lagi bagi bangsa dan masyarakat,”ujar Rizal.

Sesuai rencana, rangkaian kegiatan TPT PERHAPI 2023 akan dibuka dengan gerak jalan santai yang akan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Rektor Universitas Mulawarman dan beberapa tokoh penting di Kalimantan Timur. Selain itu, dimeriahkan sejumlah kegiatan menarik lain seperti tour sungai Mahakam.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian TPT, mulai dari workshop, miners nite dan presentasi makalah terpilih baik di pleno maupun paralel. Dalam acara panel akan hadir Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Investasi/Kepala BKPM serta Gubernur Kalimantan Timur Isran Noer. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait