Puasa Tinggal Menghitung Hari, Harga Beras masih Mahal

Harga jual berbagai jenis beras sebelum kenaikan harga sejumlah bahan pokok, barang strategis dan komoditi impor di Pasar Tradisional Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.
Harga jual berbagai jenis beras sebelum kenaikan harga sejumlah bahan pokok, barang strategis dan komoditi impor di Pasar Tradisional Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Stabilisasi pangan oleh pemerintah cenderung tidak efektif. Bantuan pangan berupa beras yang disalurkan justru tidak merata dan sebagian besar dikavling oleh “konco” dan hanya dinikmati family kepala desa di tingkat lapangan.

Ironisnya harga beras di lapangan seperti di wilayah Kabupaten Bima hingga saat ini berkisar Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Kurnia Rahmawati mengatakan, kenaikan harga beras terjadi di seluruh Indonesia karena dampak El Nino dan kondisi panen yang mundur dan diperkirakan awal April.

Penyebab lain kata Kurnia, karena terjadi penurunan produksi padi (supply and demand).

Kurnia juga menyebut, sebagaimana hasil pemantauan oleh pihaknya di lapangan harga gabah pada pekan lalu Rp7.750/kg atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.000/kg.

BACA JUGA: Harga Beras Bertahan Rp12 Ribu/ Kg, Kadis Pertanian sebut Stok Pangan masih Aman

“Sekarang cenderung turun menjadi Rp6.600/kg (masih di atas HPP Rp5000/kg) penyerapan gabah oleh mitra kami tidak dalam jumlah banyak,” ujar Kurnia melalui layanan media sosial whatshapp, Jumat (1/3/2024) lalu.

Dikatakan dia, selain panen masih sedikit, harga gabah relatif tinggi. “Harga beras yang diproduksi dengan pembelian seharga tersebut pasti tinggi. Jadi mereka membeli sesuai kebutuhan pasar saja,” ujar Kurnia.

Menurutnya, meskipun masih relatif di atas HPP, kecenderungan harga gabah yang turun berpotensi memengaruhi harga beras sehingga akan turun.

Kurnia menyebut, hingga saat ini stok beras di Kantor Perum Bulog Cabang Bima sebanyak 900 ton. Stok tersebut tersebar di Gudang Jatiwangi, Gudang Bolo dan Gudang Dorotangga Kabupaten Dompu.

“Mengingat stok kami masih banyak yang dalam proses pengiriman dari Jawa Timur (5.100 ton masih proses pengiriman), maka pelaksanaan stabililasi harga kami prioritaskan melalui penyaluran bantuan pangan,” ujarnya.

Disebutkanya, alokasi bantuan pangan Januari 2024 sudah selesai disalurkan kepada 15.444 kepala keluarga (KK) di Kota Bima, 57.471 KK di Kabupaten Bima dan 27.739 KK di Kabupaten Dompu. Setiap kepala keluarga mendapatkan beras masing-masing sebanyak 10 kg.

BACA JUGA: Ombudsman NTB Persilakan Masyarakat Melapor jika Terdapat Sekolah yang Memotong Beasiswa PIP

“Saat ini kami sedang menyiapkan beras untuk penyaluran bantuan pangan alokasi Februari 2024 untuk Kota Bima dan Kabupaten Dompu yang insyaaAllah akan mulai disalurkan minggu depan sebelum puasa,” kata dia.

Khusus untuk Kabupaten Bima menunggu stok yang masih proses pengiriman. “Harapannya adalah penerima bantuan pangan tidak lagi berebut ke pasar sehingga mampu menekan laju permintaan beras,” harapnya.

Untuk mengoptimalisasi stabilisasi pangan, Perum Bulog Bima juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bima, DKP Kabupaten Bima serta DKP Kabupaten Dompu melaksanakan gerakan pangan murah dalam rangka Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN).

“Selain itu, kami melaksanakan kegiatan OP (operasi pasar) bersama TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Bima di kelurahan-kelurahan setiap hari Kamis,” tambah Kurnia. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait