Gelar Yudisium Angkatan XV, Ketua STKIP Tamsis Ingatkan Spirit Kewirausahaan di Tengah Gelombang PHK

Suasana Yudisium Angkatan XV STKIP Tamsis di Ruangan Ber-AC, Jumat (6/8/2021).

Bima, Berita11.com—Pandemic Covid-19 yang sudah lebih dari setahun melanda berbagai Negara menimbulkan gangguan, termasuk kegiatan ekonomi. Tak ayal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi salah satu potret dalam negeri. Hal itu menjadi tantangan bagi para sarjana.

Hal itu diingatkan Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Kependidikan Taman Siswa Bima (STKIP Tamsis), Ibnu Khaldun Sudirman dalam acara yudisium angkatan XV yang digelar terbatas di ruangan Beradab kampus STKIP Taman Siswa Bima, Jumat (6/8/2021).

Keharuan mewarnai yudisium tatap muka angkatan XV yang diikuti 40 mahasiswa STKIP Tamsis. Yudisium kali ini merupakan pertama kali digelar perguruan tinggi sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat masa pandemi Covid-19. Dalam yudisium kali ini pihak kampus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah tamu undangan yang hadir, di mana setiap mahasiswa yang mengikuti yudisium diperiksa suhu tubuhnya dan diwajibkan menggunakan masker.

Selain untuk mencegah kerumuman, pihak kampus membagi yudisium beberapa gelombang. Kegiatan yudisium angkatan XV STKIP Taman Siswa Bima juga dihadiri Ketua Yayasan Taman Siswa dan beberapa unsur pimpinan perguruan tinggi. Yudisium diawali pembacaan surat keputusan nama-nama peserta yudisium dan menyanyakikan lagu Indonesia Raya serta Mars STKIP Taman Siswa Bima.

BACA JUGA:  Polisi Gagalkan Transaksi Sabu-sabu, Tiga Pria Diamankan

Dalam sambutannya, Ketua Stkip Taman Siswa Bima Ibnu Khaldun Sudirman mengingatkan peserta yudisium untuk menjaga kesehatan di tengah masa pandemi dan mengisi sisa kehidupan dengan berbagai kegiatan positif seperti meningkatkan ibadah dan membantu meringankan beban orang tua.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi (SPERTI) Nusa Tenggara Barat ini juga menyinggung fakta mencengangkan terhadap dunia kerja di tengah pandemi yang menjadi tantangan bagi sarjana, di mana tahun lalu 500 ribu sarjana menganggur dan diperparah kondisi pandemi yang ditandai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar seperti yang dilakukan maskapai Lion Air terhadap 8.000 lebih pekerjanya.

Di tengah tantangan pandemi saat ini, Ketua STKIP Taman Siswa Bima mengingatkan peserta yudisium untuk memanfaatkan kompetensi yang dimiliki, di mana sejak beberapa tahun lalu, kampus STKIP Tamsis membangun budaya unggul dan beradab serta membangun semangat kewirusahaan dalam paket kuliah sebagai modal mahasiswa setelah lulus, walaupun kampus STKIP Taman Siswa berbasis pendidikan.

Foto Bersama Ketua STKIP Tamsis dengan Sejumlah Peserta Yudisium Terbaik.

“Anda adalah orang-orang hebat di gedung ini (ruang Berada STKIP Tamsis), belum tiga bulan dan inilah yang pertama. Kita harus memiliki rasa syukur, kita masih hidup, masih diberikan kesempatan untuk menjalani sisa-sisa waktu, sisa-siswa umur kita,” ujar Ibnu.

BACA JUGA:  Tak Punya Dokumen Sah, Polisi Amankan Kapal yang Muat 19 Sapi Selundupan dari NTT

Kegiatan yudisium angkatan XV STKIP Taman Siswa Bima juga diwarnai perasaan haru dan bahagia dari 40 mahasiswa yang diyudisium karena dapat melawati proses merampungkan skripsi di tengah pandemi Covid-19, seperti yang diungkapkan Rizky, peserta yudisium dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi.

“Terharu dan senang karena sudah melewati tahap seperti ini,” ungkap Rizky.

40 mahasiswa yang diyudisium berasal dari sejumlah program studi yang terakreditasi di kampus STKIP Taman Siswa Bima, yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Bahasa Inggris dan Penjaskerek. [B-19]