Tolak Kasek Didegradasi jadi Guru Biasa, Ratusan Siswa dan Pengajar Unjuk Rasa

Ratusan Siswa dan Guru Menggelar Aksi Menolak Rotasi Kepala SMAN 1 Langgudu. Aksi Digelar di Ruas Jalan Lintas Tente-Karumbu Langgudu, Jumat (13/8/2021).

Bima, Berita11.com— Ratusan siswa dan guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Langgudu, Kabupaten Bima menggelar aksi unjuk rasa di ruas Jalan Lintas Tente-Karumbu Langgudu, Jumat (13/8/2021) pagi. Mereka menolak degradasi kepala SMAN 1 Langgudu, Muhammd Yani menjadi tenaga guru biasa di SMAN 2 Langgudu.

Dalam aksinya, ratusan pelajar berseragam Pramuka dan guru ini membawa sejumlah selebaran dan poster berisi sejumlah tulisan, di antaranya, Kami Guru SMAN 1 Langgudu Menolak Keputusan Mutasi Kepala Sekolah Kami, Kami Bersama Pak Yani, Save Pak Yani, Kami Alumni Siswa SMAN 1 Langgudu Menolak Mutasi.

Aksi ratusan pelajar dan guru ini mendapat respon luar biasa dari sejumlah pihak melalui group whatshapp seperti WAG Gemilang Discuss and Action. Sebagaimana diketahui, Muhammad Yani masuk dalam gerbong mutasi, rotasi dan degradasi yang digelar Pemrov NTB, Kamis (12/8/2021) kemarin.

BACA JUGA: Si Jago Merah Mengamuk, Belasan Ruko dan Lapak Pedagang di Bima Hangus Terbakar

Massa pelajar dan guru mulai berkumpul di Jalan Raya Lintas Tente-Karumbu Langgudu sekira pukul 09.20 Wita. Tak lama, massa menyampaikan orasi secara bergantian. “Apabila tuntutan kami tidak diindahkan oleh pihak Korwas Kabupaten Bima, maka kami akan melakukan aksi besar-besaran di depan SMA 1 Langgudu,” ancam salah satu peserta aksi.

Koordinator Pengawas SMA/ SMK Kabupaten Bima, Ahmad mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan berkaitan tuntutan guru dan murid SMAN 1 Langgudu. “Terkait isu mutasi kepala sekolah Muhammad Yani menjadi guru di SMAN 2 Langgudu, saya selaku Koordinator Pengawas Kabupaten Bima sejauh ini belum mendapatkan informasi tentang isu tersebut,” ujarnya.

Ahmad mengisyaratkan telah menyampaikan seluruh tuntutan guru dan pelajar kepada pimpinannya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tak puas dengan jawaban Korwas Pendidikan, massa terus melakukan orasi secara bergantian. Massa kemudian membubarkan diri sekira pukul 11.20 Wita. Sebagaimana rencana massa aksi, mereka akan kembali menggelar unjuk rasa pada Sabtu (14/8/2021) hingga hari-hari berikutnya sampai tuntutan direspon. Menurut sejumlah pihak, kepala SMAN 1 Langgudu yang didegradasi menjadi guru biasa di SMAN 2 Langgudu merupakan salah satu kepala sekolah berpretasi dan disukai guru, murid dan orang tua siswa. [B-12]

BACA JUGA: Geram KSB Desak PT AMNT segera Evaluasi Roster Kerja

Pos terkait



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *