Hilang saat Cari Siput di Sekotong, Warga Banten Ditemukan tak Bernyawa di Gua

Korban terseret ombak saat mencari siput di Peruakan Limo Pantai Mekaki Desa Pelangan, Sekotong Lombok Barat.

Sekotong, Berita11.com— Polsek Sekotong, bersama Resquer Terampil Basarnas Lombok Barat dan warga, berhasil menemukan orang hilang, yang diduga hanyut karena terseret ombak, Selasa (24/8/2021). Korban adalah Nadok, (45), warga Kampung Pakis Haji, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang sudah berdomisili lama di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Korban ditemukan di Gua Nebing Nyiur Gading Kawasan Pantai Mekaki Dusun Pelangan Timur, Sekotong, dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB Iptu I Kadek Sumerta mengatakan, pencarian oleh pihaknya berawal dari informasi bahwa warga bernama Nadok hilang saat mencari siput di Peruakan Limo Pantai Mekaki Dusu Pelangan Timur, Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, sekira pukul 10.00 Wita, Senin (23/8/2021).

BACA JUGA:  Pertama di NTB, Command Center Kota Bima Diresmikan

“Sdr. Nadok hilang saat mencari siput di Peruakan Limo Pantai Mekaki Dusun Pelangan Timur Satu Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat,” ungkap mantan Kapolsek Belo Polres Bima ini.

Atas informasi tersebut, Resquer Terampil Basarnas Lobar, bersama jajaran Polsek Sekotong dan warga setempat berupaya untuk melakukan pencarian. “Melakukan pencarian korban hilang tersebut selama sekitar delapan  jam, akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita, Selasa (24/8/2021) korban ditemukan,” ujar Kadek.

Setelah menemukan jasad korban tersebut, tim Basarnas dan masyarakat mengevakuasi korban dengan kantung jenazah dengan turun ke Teluk Mekaki hingga dievakuasi ke ambulance.

Sekira pukul 19.15 Wita,  jenazah korban dibawa ke Pemakaman Umum Rambut Petung, Dusun Pelangan Timur Dua untuk dimakamkan.

BACA JUGA:  Remaja 17 Tahun Ditangkap Polisi karena Cabuli Bocah 5 Tahun yang masih Kerabatnya

“Pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian korban dan tidak akan menuntut apapun atas kejadian tersebut dan dianggap ini merupakan musibah,” ujar Kadek. [B-12]