Kukuhkan 186 Sarjana Angkatan XV, STKIP Tamsis akan Buka Dua Prodi Magister dan Menuju Universitas

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Ibnu Khaldun Memimpin Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XV STKIP Tamana Siswa di Auditorium Sudirman, Sabtu (6/11/2021).

Bima, Berita11.com— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Kependidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) adalah perguruan tinggi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki progress tinggi setelah 14 tahun berdiri, didukung tenaga pengajar berkualitas dan berbagai capaian prestasi nasional dan internasional.

Dengan berbagai capaian itu, Kampus Merah— sebutan STKIP Tamsis Bima akan bermetamorfosa menjadi universitas dan membuka dua program studi (Prodi) magister (S2). Sejumlah capaian itu disampaikan Ketua STKIP Tamsis Bima, Ibnu Khaldun saat menyampaikan sambutan pada rapat senat terbuka wisuda angkatan XV STKIP Tamsis Bima di Auditorium Sudirman, Sabtu (6/11/2021).

Beberapa tahun terakhir, Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik di perguruan tinggi berjuluk kampus Beradab ini terus di-upgrade. Tercatat, STKIP Tamsis telah memiliki 60 dosen bersertifikat pendidik professional. 39 di antaranya telah berkualifikasi sebagai lektor.

“Hari ini kita sudah punya enam doktor, tahun depan tiga orang akan lolos dan tahun ini ada tujuh orang yang menempuh studi doktoral di berbagai kampus di Indonesia,” ujar Doktor Ibnu Khaldun.

Dikatakannya, dengan banyaknya SDM dosen berkualifikasi doktor, STKIP Tamsis ditargetkan bermetamorfosa menjadi universitas.  “Target lain, kami mempersiapkan diri membuka S2 pascasarjana PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) dan PJKR (Pendidikan Jasmani Kesehatan, dan Rekreasi). Kami minta dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Dengan begitu, kita juga sudah bisa memulai pengembangan hingga program doktor (S3) jika memang Allah meridhoi,” ungkap mantan Staf Ahli DPR RI ini

Ibnu juga menyebutkan, dalam perjalanan selama 14 tahun, tercatat sudah 6.000 lulusan yang sudah dicetak STKIP Taman Siswa Bima. Sebanyak 60 persen di antaranya terserap di pasar kerja di antaranya sektor pendidikan, menjadi aparatur desa,  5 % bekerja di perbankan, sedangkan sisanya membangun usaha sendiri.

“Saat ini ada 2000 mahasiswa aktif dan tahun ini kampus kita terbanyak pendaftarnya. Bahkan lulusan terbaik kali ini mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Ini kenapa kami memiliki tagline Tamsis Beradab Go Internasional,” ujarnya disambut tepuk tangan undangan rapat senat terbuka.

Diungkapkannya, tidak mudah meraih capaian internasional. Capaian itu juga sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sekaligus sebagai langkah meningkatkan mutu perguruan tinggi dan lulusan.

BACA JUGA:  Tim STKIP Tamsis Dorong Literasi SDN 2 Ntonggu lewat Permainan Tradisional

“Kami yakin dengan capaian hari ini akan mampu terus mengembangkan diri. Dengan tagline Go Internasional kami sudah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sebagai tempat studi maupun pertukaran mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Bima umumnya adalah orang-orang hebat dengan jiwa wirausaha membangun ekonomi kreatif. Untuk itu pihaknya selalu melakukan pembenahan melalui dua konsep. Tata kelola yang baik dengan terus menjadi yang terbaik dan menjaga kepercayaan masyarakat (trust publik).

Hal itu kini sudah diraih kampus. Salah satu indikatornya capaian prestasi lulusan yang luar biasa dari aspek akademik dan nonakademik serta pengakuan dari orang-orang hebat.

“Kita masih harus terus bekerja melanjutkan cita-cita pendiri bangsa dan pendiri kampus sebagai pahlawan yang telah mengorbankan seluruh jiwa raga berjuang tanpa pamrih. Mereka mengorbankan air mata darah dan nyawa untuk menjadikan generasi muda menjadi harapan bangsa,”  ujarnya.

Ibnu berharap, STKIP Tamsis terus memberikan manfaat. Pihaknya mengisyaratkan akan terus mengalokasikan anggaran beasiswa kepada lulusan terbaik yang diseleksi untuk melanjutkan studi S2.

“Persiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa S2 dari yayasan. Mahasiswa boleh pilih kampus dalam negeri maupun di luar negeri. Semuanya akan kami biayai, karena kita sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri dan bahkan  salah satu wisudawan terbaik kali ini pernah belajar di luar negeri urusan kampus pada ajang pertukaran mahasiswa ke Malaysia. Kami sangat bangga kepada orang tua wisudawan terbaik yang telah bekerja sama dengan kami untuk mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang hebat,” pungkasnya.

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof Dasi Astawa dalam sambutan virtual berpesan agar perguruan tinggi terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan dan selalu taat dengan regulasi agar perguruan tinggi terkelola dengan baik dan berkualitas.

“Harus dibangun dengan berbasis mutu. Jika ingin lulusan kita hebat, maka jaga betul martabat dan kualitas,” ujarnya.

Ekspresi Kebahagian 186 Wisudawan-Wisudawati Angkatan XV STKIP Tamsis Bima Usai Rapat Senat Terbuka Wisuda.

Dia meminta perguruan tinggi selalu memerhatikan aspek yuridis seperti undang-undang yayasan, undang-undang pendidikan tinggi dan sebagainya dalam mengembangkan kampus yang unggul.  “Saya berharap perguruan tinggi selalu memerhatikan regulasi untuk membawa perguruan tinggi berkualitas dan harus dikelola dengan mutu. Cirinya adalah akreditasi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Lolos di Bandara dan Pelabuhan, 1 Kg Sabu-sabu Masuk NTB, Bos Narkoba dan 3 Temannya Ditangkap Polisi

Menurutnya, dalam mengelola perguruan tinggi ada batasannya. Sudah tentu tidak mungkin selamanya di suatu posisi, karena ini sifatnya terbatas. Untuk itu dia berpesan agar setiap perguruan tinggi menggunakan kesempatan untuk membantu perguruan tinggi berkualitas.

“Perguruan tinggi wajib menjunjung komitmen dan mutu. Saya mengajak civitas akademika harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Adapun Pembina Yayasan Taman Siswa Bima, Hj Suharni dalam sambutannya mengulas balik masa-masa sulit perjalanannya bersama mendiang suaminya H Sudirman Ismail, membangun kampus STKIP Tamsis Bima.

“Selama ini, Aji (H. Sudirman Ismail) yang selalu memberikan semangat kepada wisudawan saat berpidato wisuda. Ini kali pertama wisuda tanpa beliau dan saya yang menggantikan podiumnya. Kami merintis kampus ini penuh dengan air mata dan alhamdulillah dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Hj Suharni mengungkapkan rasa bangganya ada progress yang diraih kampus, sudah mampu mencetak lulusan luar biasa, sehingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Meskipun awal-awal berdirinya kampus tersebut kerap diterpa fitnah di sana sini dan sebagainya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Bima, H Putarman yang mewakili Bupati Bima mengungkapkan apresiasi Pemkab Bima atas kiprah STKIP Tamsis. Kampus Merah telah mewarnai dan mendorong kualitas pendidikan di Kabupaten Bima. Termasuk dalam meningkatkan kompetensi pendidik di Kabupaten Bima seperti guru sekolah dasar maupun sekolah menengah di Kabupaten Bima yang diwajibkan berkualifikasi sarjana.

“STKIP Taman Siswa telah banyak mewarnai pendidikan di Kabupaten Bima. Tentu tidak saja kuantitas, tapi juga kualitas,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Bima, H Supratman yang mewakil Wali Kota Bima. Sejumlah wisudawan dikukuhkan satu persatu, mulai dari wisudawan terbaik Neneng Khaerunisah, SPd yang meraih nilai IPK 3.99, yang kemudian disusul 20 wisudawan terbaik lainnya. Mereka dikukuhkan oleh Ketua Senat, Dr Ibnu Khaldun Sudirman, MSi. Prosesi pengukuhan wisudawan dilanjutkan oleh masing-masing Ketua Prodi. [B-19]