Gelombang Rosby Aktif, ini Pengaruhnya Terhadap Cuaca di Wilayah Bima-Dompu

Kondisi material longsor yang ambles menutup sebagian area rumah warga di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pasca intensitas hujan lebat, Sabtu (25/2/2023) lalu.
Kondisi material longsor yang ambles menutup sebagian area rumah warga di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pasca intensitas hujan lebat, Sabtu (25/2/2023) lalu.

Bima, Berita11.com— Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Muhammad Salahuddin/ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bima mencatat adanya gelombang atfmosfer aktif (gelombang Rosby) di wilayah Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aktifnya gelombang tersebut menyebabkan meningkatnya pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Bima dan Dompu. Namun demikian, 27 Februari 2023, gelombang Rosby mulai bergerak menjauhi wilayah Bima dan Dompu.

Bacaan Lainnya

Kepala BMKG Bima, Satria Topan Primadi melalui forecaster Stamet Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Lavia Farareta menjelaskan, meskipun gelombang Rosby mulai bergerak menjauhi wilayah Bima dan Dompu, namun potensi hujan di sekitar wilayah Bima dan Dompu masih tinggi.

“Potensi hujan di sekitar wilayah Bima dan Dompu masih tinggi, karena di wilayah Bima dan Dompu masih cukup tinggi karena dipengaruhi oleh adanya tekanan rendah di wilayah Bima dan Dompu,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (26/2/2023).

BACA JUGA: Pemukiman Warga di Sanggar Direndam Banjir Setinggi Paha, ini Dampak lain Bencana Hidrometerologi di Kabupaten Bima

Dijelaskan, kondisi tekanan rendah di wilayah Bima dan Dompu diprakirakan akan bertahan hingga awal Maret. Tekanan udara wilayah Bima dan Dompu berkisar antara 1006 – 1010 hPa. Berdasarkan analisis terhadap streamline angin 3000 feet menunjukkan adanya pola belokan angin (shearline).

Adanya pola shearline menyebabkan adanya perlambatan angin dan terkumpulnya massa udara basah di sekitar wilayah Bima dan Dompu. Kondisi kelembapan atmosfer wilayah Bima dan Dompu cukup basah hingga lapisan 200 hPa, yaitu berkisar antara 60-80% hingga akhir Februari 2023 dan pada awal Maret kondisi kelembapan atmosfer wilayah Bima dan Dompu mulai berkurang.

“Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer tersebut, prospek cuaca wilayah Bima dan Dompu sepekan ke depan adalah sebagai berikut; tanggal 27-28 Februari 2023 adalah berawan hingga hujan dalam intensitas ringan-sedang yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang yang diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari,” jelas Lavia.

BACA JUGA: Inflasi Kota Bima 2,22 YoY, Kelompok Informasi dan Pendidikan Stabil

Selain itu, terdapat potensi hujan dalam intensitas ringan pada malam hari. Pada 1- 4 Maret 2023 cuaca umum wilayah Bima dan Dompu diprakirakan berawan dan masih terdapat potensi terjadi hujan dalam intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga sore.

BMKG Bima mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis. Potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

BMKG Bima juga mengimbau masyarakat tetap memantau informasi BMKG sehingga mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam.

Infrmasi cuaca wilayah Bima dan Domp dapat diakses melaui melalui media sosial BMKG BIMA (Facebook: BMKG BIMA dan instgaram: @bmkg_bima), telepon 24 jam (0374) 42315 dan WhatsApp : +6282340448422. [B-22]

Pos terkait