Pemkab Bima sebut Perkiraan Nilai Kerusakan Akibat Banjir Bandang Rp1,5 Miliar

Suryadin. Foto Ist.
Suryadin. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten Bima memerkirakan nilai kerusakan atau kerugian akibat banjir bandang di tiga desa pada Minggu, 5 Maret 2023, mencapai Rp1,5 miliar. Luapan air bah tidak hanya menimbulkan kerusakan material milik warga, namun juga berdampak rusaknya sejumlah fasilitas publik seperti kantor pemerintah dan tanggul sungai.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Suryadin menyebut, nilai kerusakan dan kerugian teresbut sesuai hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dan hasil koordinasi lintas sektoral.

Bacaan Lainnya

“Penanganan banjir tersebut melibatkan Muspika, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima, Dinas PUPR Kabupaten Bima, Babinsa, Bhabinkantibmas,” ujar Suryadin dikutip dari pernyataan tertulis, Senin (6/3/2023).

BACA JUGA: Gaji Selama 29 Bulan tak Kunjung Dibayar, Karyawan Palang Kantor PDAM dan Matikan Instalasi Litrik Air

Dijelaskannya, sebagaimana laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOP) BPBD Kabupaten Bima, luapan banjir yang terjadi antara pukul 16.30-17.30 Wita, Minggu (5/3/2023).

Mengutip laporan terbaru BPBD Kabupaten Bima, Suryadin menyebut luapan banjir di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima berdampak terhadap 14 kepala keluarga (KK) atau 63 jiwa, sedangkan jumlah warga terdampak banjir di Desa Taloko Kecamatan Sanggar 5 KK. Sementara luapan air bah di Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima berdampak amblesnya sejumlah gorong-gorong (plat duiker) di wilayah setempat, di antaranya plat duiker Kabobo, plat duiker tempat pemakaman umum (TPU) dan plat duiker Bambo di Desa Teta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima.

Selain itu, luapan banjir juga menyebabkan talud sungai di Desa Pesa Kecamatan Wawo rusak berat, kerusakan drainase di Desa Kuta Kecamatan Lambitu dan kerusakan berat gorong-gorong di Desa Taloko Kecamatan Sanggar.

Tiga fasilitas umum yang turut mengalami kerusakan sedang, yaitu kantor Camat Wawo, Kantor Urusan Agama Kecamatan Wawo dan kantor Pos Kecamatan Wawo serta lahan pertanian dan perikanan di Desa Taloko Kecamatan Sanggar.

BACA JUGA: Puluhan Warga di Kabupaten Bima Diserang Campak

“Rusaknya areal persawahan yang ditanami padi seluas 30 hektar. Diperkirakan nilai kerusakan dan kerugian dari talud sungai, drainase dan jembatan tersebut sebesar Rp1,5 milyar,” sebut Suryadin.

Berkaitan dampak bencana, jajaran BPBD Kabupaten Bima telah melakukan upaya kaji cepat (assesmen) kerusakan dan kerugian, di antaranya melalui koordinasi dengan dinas terkait dan koordinasi lintas sektoral.

Penanganan banjir melibatkan Muspika, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bima, Bintara Pembina Desa, dan Bayangkara Pembina Kamtibmas.

“Permintaan kebutuhan mendesak tanggap darurat pasca banjir bandang antara lain air mineral, mie instan, makanan siap saji, popok bayi, obat-obatan dan kebutuhan lainnya,” ujar Suryadin. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait