Lima Kader Partai Nasdem dan Bacaleg Partai Golkar Kabupaten Bima Mengundurkan Diri

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com— Lima kader Partai Nasdem di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang di antaranya juga termasuk sebagia bakal calon legislatif (Bacaleg) mengundurkan diri dari partai. Pengunduran diri kader Parpol yang maju sebagai Bacaleg juga terjadi dalam tubuh DPD Partai Golkar Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Lima kader Partai Nasdem di Provinsi NTB yang mengundurkan diri, yaitu Hj Baiq Diah Ratu Ganefi yang juga Bendara DPD Partai Nasdem Provinsi NTB, Eristiana, Utari, Sitti dan Yuanita yang tercatat sebagai Bacaleg Partai Nasdem di Provinsi NTB.

Bacaan Lainnya

Baiq Diah Ratu Ganefi mengundurkan diri terhitung sejak 17 Juli 2023 dan diikuti sejumlah loyalisnya yang juga merupakan pengurus dan Bacaleg Partai Nasdem. Diah mengaku mengundurkan diri karena kecewa terhadap pengurus DPW Partai Nasdem NTB di bawah Ketua DPW, H Rumaksi.

Belakangan DPW Partai Nasdem NTB mengganti posisi yang ditinggalkan Hj Baiq Diah Ratu Ganefi dengan Fitrianti.

BACA JUGA: Resmi Dilantik, Ketua DPRD Kabupaten Bima Sematkan Lencana Legislatif kepada Ma'rif Takwa

Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum DPW Partai Nasdem NTB, Ardani Zulfikar membenarkan pengunduran diri Hj Baiq Diah Ratu Ganefi dan empat kader Partai Nasdem di NTB.

Menurut Ardani, pengunduran diri pengurus dan kader yang juga Bacaleg Partai Nasdem tersebut tidak memengaruhi target dan elektabilitas Partai Nasdem di NTB. “Benar mengundurkan diri, tapi untuk pengurus hanya beberapa saja. Itu langsung kita ganti karena di Partai Nasdem tidak kekurangan stok orang, tidak kekurangan stok kader,” kata Ardani saat dihubungi melalui sambungan layanan media sosial whatshapp, Rabu (1/8/2023) lalu.

Dikatakannya, penguduran diri pengurus dan kader tersebut karena didasari ketidaksiapan bersaing di daerah pemilihan yang sama. Namun demikian tidak memengaruhi target Partai Nasdem dalam Pemilu 2024, termasuk untuk Pilpres.

Setelah menerima pengunduran diri dari pengurus dan sejumlah kader yang maju sebagai Bacaleg, DPW Partai Nasdem NTB langsung mengajukan penggantian kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum batas akhir penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU.

“Tidak ada pengaruhnya terhadap target Partai Nasdem,” tandas Ardani.

BACA JUGA: Terjebak Selama 4 Hari, Empat Penambang Emas Tewas di Lubang Tambang

Pada bagian lain, kader Partai Golkar yang juga mantan Sekretaris Umum DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima, Wahyudin mengundurkan diri sebagai Bacaleg Partai Gokar Pemilu 2024 dari daerah pemilihan VI meliputi Kecamatan Palibelo, Kecamatan Belo, Kecamatan Wawo, Kecamatan Lambitu dan Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Pengunduran diri tersebut dituangkan mantan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Bima itu melalui surat tertulis yang tandatangani pada 7 Juli 2023 dan ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima.

Pengunduran diri mantan anggota DPRD Kabupaten Bima itu dibenarkan oleh pengurus Partai Golkar Kabupaten Bima yang juga Bacal Calon Anggota DPRD Provinsi NTB Daerah Pemilihan VI (Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu), Ferdiansyah Fajar Islam.

Pria yang akrab disapa Dae Ade, sebagai pengganti Wahyuddin, DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima telah menunjuk Abdul Heris.

Selain Abdul Heris, sejumlah Bacaleg Partai Golkar yang maju dari Dapil VI Kabupaten Bima, yaitu Anita, Ardian Muthahar, Arifin, Damhuji, Ismail, Musmulyadin, Siti Arna, Suhartini dan Syarifuddin. [B-17/B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait