Kadis Pariwisata Nyaris jadi Korban, Oknum Kades di Bima Diduga Aniaya Pengurus Pokdarwis

Ilustrasi Penganiayaan.
Ilustrasi Penganiayaan.

Bima, Berita11.com—Oknum Kepala Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Ismail Dahlan diduga mengeroyok Ketua dan dan Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tampuro Jaya, Rabu (7/9/2023) siang. Akibatnya korban harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bima.

Dalam aksinya sang oknum Kades melakukan aksi tak terpuji bersama putranya dan oknum anggota Trantib Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Ironis dalam kejadian tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Abdul Salam Gani nyaris menjadi korban.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Pokdarwis Tampuro Jaya, Agus Gunawan menceritakan, penganiayaan yang dialaminya terjadi setelah rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas dan Sekretaris Pariwisata Kabupaten Bima, dan rombongan, serta Kepala Desa Piong Ismail H Dahlan di kantor Camat Sanggar.

Saat rapat tentang objek wisata Air Tampuro baru dimulai, Kepala Desa Piong Ismail H Dahlan, tiba-tiba meluapkan amarahnya. Dia mengamuk, kemudian memecahkan kaca mejat camat setempat. Selain itu, oknum Kades itu mengangkat kuris dan mengancam akan melemparkan kepada peserta rapat.

BACA JUGA: Sejumlah Pengecer Mengaku Dipaksa untuk Gelembungkan Data Pupuk Bersubsidi

Setelah rapat di kantor Camat Sanggar bubar, rombongan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima melanjutkan pertemuan di objek wisata Oi Tampuro untuk mendokumentasi video wisata.

“Saat itu terjadi penutupan pintu masuk objek wisata Tampuro yang dipimpin langsung oleh kepala desa, sehingga memicu kemarahan warga sekitar. Puluhan orang dengan amarah menghancurkan fasilitas wisata, termasuk pagar dan tugu pintu masuk,” cerita Agus kepada wartawan di RSUD Bima, Kamis (7/9/2023).

Tidak hanya itu, oknum Kades dan sejumlah pendukungnya berupaya membakar mobil yang digunakan Kepala Dinas Periwisata Kabupaten Bima dan rombongan. Tak lama kemudian, personel kepolisian dan anggota Trantib Kecamatan Sanggar tiba di lokasi kejadian dan berupaya menenangkan massa oknum Kades.

Dikatakan Agus, setelah mengetahui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dan rombongan dapat pulang melalui jalan alternatif, oknum Kades dan oknum anggota Trantib menuju objek wisata Tampuro dan menghancurkan sound system. Mereka kemudian menyerang memukul Ketua Pokdarwis Tampuro Jaya, Harsim dengan menggunakan kursi plastic.

“Tidak puas mereka melanjutkan penyerangan dengan memukuli Harsim hingga pingsan,” ujar Agus.

BACA JUGA: Tanam Jagung di Atas Elevasi 30, Kuota Pupuk No Way!

Setelah melihat kejadian tersebut, Agus yang bermaksud melindungi Harsim juga menjadi korban. Kepala Desa dan anaknya menghantam dia dengan kursi. Oknum angota Trantib juga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

“Datang polisi yang berada di sekitar lokasi akhirnya datang melerai,” ujar Agus.

Agus mengaku tidak mengetahui penyebab pasti aksi brutal oleh oknum Kades Piong.

Dia mengatakan, kasus kekerasan yang menimpanya telah dilaporkan ke Polres Bima. Dia meminta aparat kepolisian si mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap sejumlah oknum yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kepala Desa Piong Ismail H Dahlan yang dihubungi sejumlah pekerja media, belum memberikan klarifikasi. Nomor handphonenya yang dihubungi, diangkat oleh orang lain dan memberitahu jika Kepala Desa Piong sedang berada di kebun. “Pak Kades lupa bawa HP,” ujar seseorang yang mengangkat HP Kades Piong.

Informasi yang diperoleh Berita11.com, aksi oknum Kades tersebut dipicu karena oknum tersebut menolak keras rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Pariwista Kabupaten Bima yang hendak mensertifikat lahan di objek wisata Oi Tampuro Desa Piong Kecamatan Sanggar. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait