Banjir Meluap di Pemukiman Warga dan Sawah di Bima, 653 Jiwa Terdampak

Kondisi saat banjir bandang meluber ke pemukiman warga Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Selasa (9/4/2024) siang.
Kondisi saat banjir bandang meluber ke pemukiman warga Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Selasa (9/4/2024) siang.

Bima, Berita11.com— Banjir bandang merendam pemukiman warga, sawah dan tambak dua dusun di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/4/2024) siang. Luapan banjir mulai terjadi sekira pukul 14.00 Wita, setelah Kabupaten Bima dan wilayah sekitar diguyur hujan lebat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M Nurul Huda mengatakan, sebanyak 282 jiwa atau 93 kepala keluarga di Dusun Jala dan 371 jiwa atau 110 kepala keluarga di Dusun Oi Tawoa Desa Nggembe Kecamatan Bolo terdampak banjir.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA: Setelah Hujan Lebat di Bima, Pria Paruh Baya Terseret Banjir dan Pohon Melintang di Jalan Negara

Tidak warga yang mengungsi akibat luapan banjir. “Ketinggian air antara 30-70 cm. Banjir menggenangi dua dusun,” ujar Huda.

Selain itu, sebanyak 20 hehktar area sawah dan 10 hektar tambak terdampak luapan banjir. Huda menyebut, nilai kerusakan akibat terjangan banjir Rp2 juta.

Dua dusun tersebut kerap menjadi langganan luapan banjir karena kondisi sungai di desa setempat tidak mampu manampung aliran banjir.

Pasca luapan banjir tersebut, tim BPBD Kabupaten Bima berkordinasi dengan camat, Kapolsek Bolo, Koramil Bolo dan Pemerintah Desa Nggembe. Selain itu melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

Huda mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrim serta bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin putting beliung dan tanah longsor, kekeringan serta wabah penyakit rabies.

BACA JUGA: Kades Nggembe Perjuangkan 100 Hektar Lahan Kawasan Hutan masuk Program New Tora

Ia menyebut, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak banjir terutama makanan siap saji atau nasi bungkus karena warga terdampak tidak bisa memasak. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait