Industri dan Masa Depan Sepak Bola NTB, Begini Ulasannya

Coach Bima United, Syamsuddin dan Akademisi STKIP Taman Siswa, Dr Rabwan Satriawan M.Pd., AIFO Memaparkan Masa Depan Sepak Bola NTB.,

Bima, Berita11.com— Sepak Bola Gubernur NTB Cup 2022 yang digelar di lapangan Semangka Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, belum lama ini dapat menjadi salahsatu mementum kebangkitan sepak bola di Bumi Gora, khususnya di wilayah Bima.

Kendati bukan kompetisi resmi layaknya liga III hingga liga I dalam kasta sepak bola nasional, Gubernur NTB Cup tersebut dapat menjadi pintu masuk mengembangkan industri sepak bola di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Respon masyarakat terhadap sepak bola tersebut luar biasa. Estimasinya, 50.000 pasang mata meyaksikan perhelatan di wilayah Timur Provinsi NTB tersebut. Dari aspek ekonomi, kompetisi tersebut diperkirakan telah menggerakan ekonomi rakyat sekitar, estimasi perputarannya  mencapai Rp1,5- 2 miliar atau Rp500 juta per setiap fase tanding, sehingga memberi gambaran untuk memoles sepak bola sebagai industri baru di NTB.

Hal tersebut mengemuka dalam Talk Show NTB Menyapa bertajuk; Masa Depan Sepak Bola NTB yang dipandu Dr Ibnu Khaldun M.Si dan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV Digital Bima TV melalui Studio Beradab, kampus STKIP Taman Siswa Bima di Palibelo, edisi Sabtu (5/3/2022) lalu.

BACA JUGA:  Tim STKIP Tamsis Dorong Literasi SDN 2 Ntonggu lewat Permainan Tradisional
Host NTB Menyapa, Dr Ibnu Khaldun saat Memandu Talk Show.

Inisiator Sepak Bola Gubernur NTB Cup 2022, Buyung Nasution menjelaskan,  kompetensi nonresmi tersebut memang didesain untuk menggairahkan geliat ekonomi masyarakat Bima yang terpukul oleh pandemi Covid-19, dalam konsep olahraga yang dikombinasikan promosi pariwisata (sport tourism). Pihaknya melihat bahwa kegiatan yang hanya melibatkan kelompok masyarakat kurang populer, sehingga menawarkan kepada Pemrov NTB agar menggelar Gubernur Cup.

“Kami menawarkan Gubernur NTB, di Bima ada event yang sangat merakyat, yakni sepak bola, di mana kalau dilaksanakan pasti ramai,  di Sape sudah terbukti beberapakali melaksanakan beberapa event. Alhamdulilah animo masyarakat sangat tinggi dan besar sekali. Kehadiran teman-teman menyambut sepak bola kemarin, bahkan viral secara nasional,” ujarnya.

Menurut pria asli Sape ini, kehadiran sejumlah pemain klub liga I dari Liberia, Tongo dan Nigerai serta mantan pemain Timnas seperti Patrich Wanggai, memberi warna baru sepak bola di Bima. Memompa animo masyarakat untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Output positif dari kegiatan tersebut, situasi dan kondisi psikologis masyarakat di Sape yang dikaitkan watak tempramen (keras) dapat dieliminasi, karena Gubernur Cup 2022 tersebut berlangsung aman hingga kompetisi berakhir.

BACA JUGA:  STKIP Tamsis akan Wajibkan Mahasiswa Akhir Tanam Dua Pohon

“Gubernur Cup membuktikan masyarakat Sape Lambu bisa menjadi masyarakat yang tertib, masyarakat yang wellcome (ramah) terhadap tamunya. Tidak ada insiden apapun selama event berlangsungg selama 40 hari, termasuk kendaraan penonton tidak ada yang komplain,” ujar Buyung.

Pendamping Desa P3MD ini mengungkapkan,  salah satu rahasia sehingga Gubernur Cup 2022 terselenggara dengan aman hingga selesai karena panitia membagi peran dengan seluruh elemen. Misalnya pengelolaan parkir saat event berlangsung diserahkan kepada beberapa kelompok pemuda di lokasi. Demikian juga untuk pengelolaan tribun penonton diserahkan kepada kelompok pemuda lainya. 

Output penting dari Gubernur Cup 2022 memberikan manfaat positif bagi geliat ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan para pedagang seperti kelompok penjual nasi,  anggota ojek dan penjual kopi meraih omzet hingga tiga kali lipat.  “Geliat ekonomi tumbuh besar sekali. Kami diskusi dengan teman-teman klub lokal, bagaimana event ini bisa diulangi lagi, karena dapat memberikan daya ungkit ekonomi yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

[KLIK ANGKA PENUNJUK HALAMAN DI BAWAH UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA]