FGD di Loteng, Humas Polri Serukan Santri-Santriwati Tolak Radikalisme dan Terorisme

Suasana Fokus Grup Diskusi yang Digelar Devisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Humas Polri) di Ponpes Madinatul Ulum Lombok Tengah, Kamis (17/3/2022).

Praya, Berita11.com— Devisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Humas Polri) bersama Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) menggelar fokus grup diskusi (focus group discussion/ FGD) bertajuk “Teroris adalah Musuh Bersama” di Pondok Pesantren Madinatul Ulum Dusun Bumbang, Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Kamis (17/3/2022) siang.

Kepala Sub-Bagian Opini dan Analisa Biro Penerangan Masyarakat, Devisi Hubungan Masyarakat, Polri,  AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, teroris adalah musuh bersama.  FGD adalah bagian dari penanggulangan paham radikal dan terorisme di Lombok Tengah, sehingga menciptabkam keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) atau situasi kondusif.

“Paham radikalisme banyak ditemukan di sosial media, cara yang digunakan dengan mencuci otak melalui media sosial (Medsos) seperti Facebook, Instagram, maupun YouTube,”  kata Gatot.

BACA JUGA:  Sambut MotoGP, Pemprov NTB Genjot Capaian Vaksin Booster

Gatot berharap santri dan santriwati agar tidak cepat terpengaruh oleh ajakan- ajakan untuk mengikuti paham tersebut, sehingga tidak terpapar radikalisme dan terorisme. “Sosialisasi kami laksanakan di masing-masing wilayah di seluruh Indonesia seperti pondok pesantren maupun ke tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, guna mencegah adanya paham yang dapat merusak bangsa dan Negara,” ujarnya.

Kegiatan juga dihadiri Pamin Subbag Opinev Bag Penum Ro Penmas Div Humas Polri IPTU Dwi Restra Widyaningtya, Banum Bag Penum Ro Penmas Divhumas Polri, perwakilan MUI Pusat, Ustadz Muhammad Makmun Rasyid, Kanit Binmas Polsek Kopang dan pimpinan Ponpes Madinatul Ulum. [B-12]