Menteri Industri dan Iptek Australia Ed Husic Kunjungi Masjid Istiqlal

Minister Ed Husic dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Dr KH Nasaruddin Umar. Credits Australia Embassy.
Minister Ed Husic dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Dr KH Nasaruddin Umar. Credits Australia Embassy.

Jakarta, Berita11.com— Dalam kunjungan di Indonesia pada 23-25 Juli 2023, Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husic juga mengunjungi masjid nasional Indonesia, Masjid Istiqlal di Jakarta.

Kunjungan Menteri Husic ke Masjid Istiqlal, yang merupakan situs nasional yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia, memperkuat komitmen Australia dan Indonesia untuk memperdalam hubungan antarumat beragama di antara kedua negara.

Bacaan Lainnya

Menteri Husic bertemu dengan Imam Besar Indonesia, mantan Wakil Menteri Agama Profesor Dr KH Nasaruddin Umar, yang memimpin tur masjid. Menteri Husic dan Profesor Nasaruddin berbicara tentang Islam di Australia dan peluang untuk memperdalam hubungan antaragama.

“Istiqlal adalah simbol kerukunan di Indonesia yang multietnis dan multiagama,” kata Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Ed Husic dalam siaran persnya melalui email yang diterima redaksi Berita11.com, Selasa (25/7/2023) lalu.

Dikatakannya, Australia juga merupakan masyarakat multicultural dan multiagama. “Australia juga merupakan masyarakat multi-kultural dan multi-agama, dan dialog antar agama kami dengan Indonesia adalah contoh lain dari hubungan mendalam antar masyarakat di kedua negara kita,” ujarnya.

BACA JUGA: Deadline 16 Agustus, Ayo Manfaatkan Beasiswa Australia Awards Indonesia Nusantara

Kunjungan Menteri Husic ke Indonesia dari tanggal 23 hingga 25 Juli dibangun dari momentum yang berkembang dalam hubungan bilateral setelah lawatan Presiden Joko Widodo ke Australia pada tanggal 3 hingga 5 Juli.

Minister Ed Husic dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Profesor Dr KH Nasaruddin Umar. Credits Australia Embassy.

Sebagai bagian dari kunjungannya ke Jakarta, Menteri Husic, yang merupakan menteri Australia pertama yang beragama Islam, mengunjungi masjid nasional Indonesia, Istiqlal.

Menteri Industri dan Ilmu Pengetahuan Ed Husic mengunjungi Indonesia dan Singapura pada Minggu, 23 Juli hingga Kamis, 27 Juli.

Tujuan dari kunjungan untuk melanjutkan momentum menuju kerja sama ekonomi yang lebih erat dengan mitra-mitra regional yang penting ini.

Menteri Husic melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan para mitra Menteri senior yang berfokus pada peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kedua negara ini, di antaranya menindaklanjuti kesepakatan Perdana Menteri Albanese dan Presiden Joko Widodo baru-baru ini untuk menjajaki berbagai kemungkinan untuk berkolaborasi dalam upaya Indonesia mengembangkan ekosistem manufaktur kendaraan listrik.

Menteri Husic menyampaikan perkembangan terbaru kepada para mitranya mengenai Dana Rekonstruksi Nasional pemerintahan Albanese senilai 15 miliar dolar Australia dan menjajaki peluang investasi bersama dalam membangun kembali kecakapan industri Australia.

BACA JUGA: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Idul Fitri

Beliau terlibat dalam perkembangan ekonomi digital yang tumbuh pesat, menjajaki peluang lebih lanjut bagi perusahaan teknologi Australia untuk berkolaborasi.

Sebagaimana diketahui memperdalam hubungan Australia dengan negara-negara tetangga terdekat adalah salah satu prioritas utama pemerintahan Albanese.

Kunjungan Menteri Husic akan membangun hubungan yang kuat yang telah dijalin oleh pemerintahan Albanese dengan Indonesia dan Singapura sejak ia menjabat.

Termasuk suskesnya pertemuan tahunan Pemimpin Australia-Indonesia yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Sydney awal bulan ini dan kesepakatan Ekonomi Hijau yang bersejarah tahun lalu dengan Singapura.

“Indonesia dan Singapura bukan hanya tetangga dekat kami, mereka adalah negara dengan ekonomi yang dinamis dan sukses dan mereka ingin melakukan lebih banyak hal dengan Australia,” ujar Menteri Husic.

“Memperdalam kerja sama ekonomi kita akan membawa kemakmuran yang lebih besar bagi negara dan kawasan kita dan ini akan membantu kita bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti merespons perubahan iklim,” tambahnya. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait