Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT STM Gelorakan Semangat Kurangi Polusi Plastik dengan Berdayakan Masyarakat

Foto bersama pekerja dan jajaran PT STM bersama warga penerima program pemberdayaan masyarakat 'Bank Sampah' dan Bhayangkara Pembina Kamtibmas saat puncak Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada 5 Juni 2023 lalu.
Foto bersama pekerja dan jajaran PT STM bersama warga penerima program pemberdayaan masyarakat 'Bank Sampah' dan Bhayangkara Pembina Kamtibmas saat puncak Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada 5 Juni 2023 lalu.

Sumbawa, Berita11.com— PT Sumbawa Timur Mining (STM), pemegang Kontrak Karya Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia turut merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 4 Juni 2023 lalu.

Pada momentum itu, PT STM mengusung tema mengurangi polusi plastik. Perusahaan setempat mengajak seluruh pemangku kepentingan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendaur ulangnya.

Bacaan Lainnya

Presiden Direktur PT STM Bede Evans mengatakan, sejalan dengan tema perayaan hari lingkungan hidup sedunia yang dirayakan oleh PT STM, salah satu wujud nyata dari semangat mengurangi polusi plastik dilakukan adalah melalui program pemberdayaan masyarakat ‘Bank Sampah’.

Bank Sampah yang dibina STM meliputi delapan bank sampah unit di Kecamatan Hu’u dan satu bank sampah induk di Desa Hu’u.

“Masyarakat mengumpulkan plastik dan menerima imbalan untuk setiap kilogram plastik yang terkumpul. Pada Januari 2022 hingga April 2023, bank sampah induk telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23,8 ton sampah plastik dengan nilai ekonomi mencapai Rp43.446.350. Kegiatan ini mengurangi jumlah sampah-sampah plastik yang biasanya terbuang ke Pantai Cempi. Sehingga manfaatnya bisa berlipat dua, yaitu kami bisa mendukung lingkungan yang lebih bersih dan penduduk bisa mendapatkan keuntungan finansial,” ujar Bede Evans melalui siaran pers tertulis yang diterima redaksi Berita11.com, Senin (5/6/2023) lalu.

BACA JUGA: Suhu Panas Walau Musim Hujan, Pemerhati Lingkungan Usulkan Pemda Wujudkan Gerakan Green Village

PT STM Mengajak seluruh pemangku kepentingan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendaur ulangnya, salah satunya dengan memberdayakan masyarakat melalui “Bank Sampah” dan pada Januari 2022 hingga April 2023, bank sampah induk telah berhasil mengumpulkan lebih dari 23,8 ton sampah plastik dengan nilai ekonomi mencapai Rp43.446.350

Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia PT STM juga dipusatkan di area Nangadoro dengan melakukan kegiatan plogging atau memungut sampah sambil berjalan di sekitar area New Stagging, Jl Lintas Lakey, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, NTB. Kegiatan tersebut menjadi pengingat semangat kepedulian terhadap lingkungan bagi STM.

Lebih lanjut, Bede Evans menjelaskan, PT STM berkomitmen menerapkan praktik-praktik penambangan yang berkelanjutan dan menyadari pentingnya manajemen lingkungan hidup. PT STM telah melakukan berbagai upaya lindung lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah eksplorasi.

Perlindungan Air, Udara, Flora dan Fauna

Dalam kegiatan operasionalnya, PT STM melakukan praktik lindung lingkungan sesuai dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang telah disusun sebelum kegiatan operasional dimulai. Hal ini diterapkan agar tercapai kegiatan pertambangan yang berkelanjutan. Berbagai aktivitas perlindungan lingkungan tersebut melipuI berbagai aspek: air, udara, flora dan fauna.

Untuk menjaga kualitas air permukaan misalnya, PT STM telah mengambil berbagai langkah termasuk monitoring secara ketat penggunaan air. Setiap tiga bulan, berbagai pengujian dilakukan di 38 titik yang mencakup air permukaan, air tanah dan air laut untuk mengukur kualitas air di sekitar Proyek Hu’u. Monitoring, testing dan analisa kualitas air dilakukan oleh laboratorium yang independen dan terakreditasi.

PT STM juga mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan juga memiliki lokasi penyimpanan bahan bakar, lokasi penyimpanan limbah cair, dan tempat genset yang dilindungi pembatas-pembatas kedap air untuk menghindari kontaminasi pada daerah sekitar. Kajian jangka panjang kerentanan air di Proyek Hu’u dan sekitarnya juga dilakukan untuk menjadi landasan terhadap pengembangan program pendukung air bersih yang lebih mendalam lagi.

BACA JUGA: Disusun selama Dua Tahun, Kabupaten Bima kini Miliki RPKB dan Rencana Kontigensi Banjir

Dalam melakukan manajemen dan monitoring kualitas udara, PT STM telah melakukan beberapa langkah seperI mengairi area helipad, secara rutin menjaga emisi dari perlengkapan operasional dan kendaraan, dan melakukan langkah-langkah pengurangan debu yang diperlukan. PT STM juga secara rutin memonitor dan mengukur konsentrasi polutan udara seperti logam berat dan zat-zat partikulat yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi untuk menjaga kualitas udara sesuai dengan standar baku mutu.

Flora dan fauna asli Proyek Hu’u juga penting untuk dijaga demi keseimbangan ekosistem. Untuk menjamin minimnya dampak kegiatan-kegiatan eksplorasi terhadap flora dan fauna, PT STM memiliki program ketat sebagai mitigasi dampak pembukaan lahan dan reklamasi. Tanah dari tahap pembukaan lahan akan disimpan untuk kegiatan reklamasi. Revegetasi juga dilakukan sesegera mungkin setelah suatu area selesai digunakan. Keberhasilan rehabilitas tanah dan revegetasi selalu dimonitor, termasuk dengan menggunakan kamera-kamera pengawas dalam wilayah-wilayah rehabilitas untuk menjamin aktivitas-aktivitas yang dilakukan tidak berdampak terhadap kehidupan satwa di wilayah proyek.

Bede Evans mengatakan, karena PT STM berencana mengembangkan Proyek Hu’u menjadi tambang tembaga kelas dunia yang ditunjang dengan energi terbarukan panas bumi, pihaknya sadar akan perlunya penerapan langkah-langkah dan standar-standar lingkungan hidup yang ketat dalam semua hal yang dilakukan perusahaan.

“Ini termasuk menerapkan praktik-praktik terbaik dan melakukan hal-hal yang harusnya kami lakukan, meskipun tidak diwajibkan oleh ketentuan hukum. Kami berterima kasih karena upaya-upaya kami menjaga lingkungan di Proyek Hu’u telah diakui oleh lembaga-lembaga yang relevan,” pungkasnya. [B-22]

Pos terkait