Sukarelawan Australia Kembali ke Indonesia

Dubes Williams.

Jakarta, Berita11.com—  Setelah beralih ke kegiatan sukarelawan jarak jauh selama pandemi, Program Australian Volunteers kembali terlaksana di Indonesia.

Program Australian Volunteers merupakan kontributor aktif program pembangunan Australia di Indonesia yang  mendukung prioritas pembangunan Indonesia sejak tahun 1951. Australia bangga menjadi negara mitra sukarelawan internasional terbesar di Indonesia.

Sukarelawan Australia di Indonesia melakukan sejumlah kegiatan bekerja sama dengan berbagai organisasi Indonesia, baik di sektor swasta maupun publik. Waktu penugasan untuk para sukarelawan ini dapat berkisar dari beberapa bulan hingga dua tahun.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM mengatakan, pihaknya senang melihat sukarelawan Australia memiliki keinginan bertukar pengetahuan dan keterampilan dengan organisasi, masyarakat dan komunitas lokal di Indonesia.

BACA JUGA:  Progres 77 Persen, KSP Pastikan tak ada Hambatan Sirkuit Mandalika

“Saya senang melihat sukarelawan Australia memiliki keinginan untuk bertukar pengetahuan dan keterampilan dengan organisasi, masyarakat, dan komunitas lokal di Indonesia,” kata Duta Besar Williams PSM melalui email yang diterima redaksi Berita11.com, Jumat (29/7/2022).

Dikatakannya, Program Australian Volunteers adalah bagian penting dari program kerja sama pembangunan Pemerintah Australia yang telah berjalan lama.

Sukarelawan Australia yang datang ke Indonesia berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang profesional, untuk bekerja di berbagai bidang mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, olahraga, seni, dan proyek masyarakat.

Sebelum pandemi, pada 2018-2019, terdapat 155 program penugasan Australian Volunteers di Indonesia. Para sukarelawan bekerja sama dengan organisasi mitra di seluruh nusantara, yang di antaranya terletak di Bali, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Lombok, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. [B-24]

BACA JUGA:  Gelar UKJ Berbasis Digital, AJI Perkuat Profesionalisme di Era Kemajuan Teknologi