Australia Kerja sama Promosikan Kesehatan Pendengaran di Indonesia

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM, foto bersama di sela diskusi bersama dengan perwakilan seluruh sektor kesehatan di Indonesia dan organisasi kesehatan pendengaran terkemuka Australia, Cochlear.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM, foto bersama di sela diskusi bersama dengan perwakilan seluruh sektor kesehatan di Indonesia dan organisasi kesehatan pendengaran terkemuka Australia, Cochlear.

Jakarta, Berita11.com— Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM, minggu lalu menyelenggarakan diskusi bersama dengan perwakilan dari seluruh sektor kesehatan di Indonesia dan organisasi kesehatan pendengaran terkemuka Australia, Cochlear.

Mempertemukan pejabat pemerintah dan pakar kesehatan dari Australia dan Indonesia, acara ini memberikan kesempatan untuk membahas inovasi dan peluang kemitraan di masa depan dalam industri alat bantu dengar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Cochlear merupakan salah satu kisah sukses teknologi medis Australia yang luar biasa dan telah menyediakan lebih dari 700.000 implan pendengaran kepada masyarakat di seluruh dunia hingga saat ini, termasuk di Indonesia,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams dalam siaran pers yang diterima redaksi Berita11.com, Kamis (18/5/2023).

BACA JUGA: Spionase Intelijen Keamanan di Draf RUU Polri Tumpang Tindih dengan Tugas BIN dan BAIS

Dubes Williams mengatakan, dirinya sangat senang melihat Cochlear terus membangun kemitraan di Indonesia, membantu menghadirkan inovasi kesehatan yang mentransformasi bagi masyarakat di seluruh nusantara.

Sebagai pemimpin global dalam solusi pendengaran implan, Cochlear bertanggung jawab atas implan koklea, yang juga dikenal sebagai telinga bionik. Diciptakan oleh Profesor Australia Graeme Clarke pada tahun 1970-an, telinga bionik telah dipuji oleh banyak orang sebagai kemajuan besar pertama dalam pengelolaan gangguan pendengaran sejak diperkenalkannya bahasa isyarat.

Sejak 2015, Cochlear telah bekerja sama dengan Pusat Pendengaran Kasoem di Indonesia, membantu orang-orang dari segala usia mendapatkan akses ke layanan kesehatan pendengaran.

“Cochlear merasa bangga bisa bekerja sama dengan mitra kami Kasoem di Indonesia selama hampir 10 tahun, yang memberikan kesempatan kepada orang-orang dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan tidak hanya implan koklea, tetapi juga dukungan dalam berkomunikasi dan pengembangan yang berkelanjutan, serta jaringan dukungan bersama melalui Pusat Layanan Unggulan kami di Jakarta Selatan,” ujar Presiden Cochlear untuk wilayah Asia Pasifik dan Amerika Latin, Anthony Bishop. [B-19]

BACA JUGA: GP Ansor NTB Gagas Pembagian 1.000 Toa di Pulau Seribu Masjid hingga Ramadan

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait