Apa itu Laporan Keberlanjutan dan Peluanganya bagi Industri?

Ilustrasi Sustainability Report

Oleh Tri Oktianti

Laporan keberlanjutan atau dalam dunia akuntansi sering disebut dengan sustainability reporting merupakan laporan keberlanjutan yang dilaporkan oleh perusahaan yang memiliki tujuan untuk mengungkapkan kinerja perusahaan. Sustainability report muncul agar perusahaan dapat terhindar dari masalah kegiatan bisnis yaitu terkait dengan lingkungan dan sosial. Pihak OJK (Otoritas Jasa Keungan ) mewajibkan agar perusahaan menyertakan sustainability report dalam laporan perusahaan.

Sekilas sejarah sustainability

Semakin berkembangnya zaman laporan keberlanjutan menjadi hal wajib yang harus diungkapkan perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan melaporkan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial perusahaan serta program keberlanjutan yang dilakukan perusahaan.  Sustainability telah muncul sejak tahun 1950. Dalam sejarah munculnya sustainability di dunia bisnis, pada tahun 1953 howard bowen yang bertulis tentang tanggung jawab sosial dari seorang pembisnis. Kemudian pada tahun 1960 lebih memfokuskan pada tanggung jawab sosial saja padahal kata social responsibility bermakna luas. Pada tahun 1980 mucul konservasi strategi dunia adanya konservasi ini baru peduli dengan adanya sustainability. Lalu pada tahuan 1987 muncul brundtland report, yang di mana pemikiran brundtland menginspirasi sehingga muncul ESDG. Sepuluh tahun kemudian 1997 GRI (Guidelines Sustainability Report) mulai diproduksi. Pada tahun 1999 muncul tripple P buttom line, kemudian pada tahun 2000 muncul MDGs lalu pada tahun 2015 muncullah SDGs, ICSP Established lalu 2016 muncul GRI standart.

BACA JUGA:  LGBT Dilaknat Illahi, saatnya Mengakhiri

Prinsip keberlanjutan

Di dalam prinsip keberlanjutan pengimplementasian masih menggunakan 3 P atau triple buttom line yaitu proit, planet, people. Sustainability ini menjadi sebuah kebutuhan bagi perusahaan jika bisnis ingin tetap berlanjut maka perusahaan harus mengimplementasikan sustainability tersebut. Definisi Sustainability adalah kemampuan pembangunan atau usaha dalam relasi aktivitasnya yang ramah lingkungan, peduli sosial, dan mengakselerasi ekonomi. Prinsip-prinsip keberlanjutan, yaitu:

  1. Pemerataan

Pemerataan adalah tujuan yang penting dalam pembangunan yaitu meminimalisir dispratis ekonomi dan sosial dan juga kesempatan yang sama untuk masyarakat.

  • Ekonomi

Menitikberatkan pada menumbuhkan akselerasi pertumbuhan ekonomi.

  • Energi

Menerapkan penghematan energi dengan pencahayaan alami sebanyak mungkin dan energi terbarukan.

  • Ekologi

Memperhatikan secara maksimal keberadaan ruang terbuka hijau, sistem transportasi dan sistem pembangunan saling terintegrasi dan membatasi pemekaran kota yang berlebihan.

  • Peran serta
BACA JUGA:  Pentingnya Audit Terhadap Keuangan Daerah

Pembangunan keberlanjutan bisa dijalankan dengan cara peningkatan dan pengoptimalan peran serta masyarakat didalamnya.

Peluang Sustainability report bagi industri, yaitu meningkatkan pemahaman tentang risiko dan peluang, menekankan hubungan antara kinerja keuangan dan non-keuangan, memengaruhi strategi dan kebijakan manajemen jangka panjang dan bidang bisnis, memperkecil proses, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi, membandingkan dan menilai kinerja keberlanjutan sehubungan dengan hokum, norma, kode, standar kinerja, dan inisatif sukarela, menghindari keterlibatan dalam kegagalan lingkungan, sosial, dan tatakelola yang dipublikasikan, membandingkan kinerja secara internal, dan antara organisasi dan sektor serta meningkatkan terbantuknya serta mengimplementasikan industri hijau dan green accounting pada perusahaan (*)

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang