Delapan Siswa di Sekolah Menengah ini tidak bisa Membaca

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bima, Berita11.com— Masalah siswa yang belum menuntaskan membaca, menulis dan berhitung (Calistung) pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Bima kian menyeruak ke permukaan. Sejumlah sekolah di Kabupaten Bima mengakui ‘mengoleksi’ siswa masih terbata-bata mengenal huruf dan merangkai kata.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Soromandi Kabupaten Bima, Sudarsono, S.Pd mengungkapkan, delapan siswa di sekolah setempat belum menuntaskan Calistung. Umumnya siswa itu memiliki masalah terkait aksara sejak bangku sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya masalah siswa tidak membaca itu dari mereka waktu sekolah dasar, sehingga ketika sudah masuk SMP menjadi PR bagi kami di sekolah menengah. mau bagaimana lagi, kmai hanya bisa meneruskan saja membimbing mereka (siswa yang belum tuntas Calistung) hingga bisa,” ujar Sudarsono di sela-sela konferensi PGRI Ranting Soromandi di SDN Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Rabu (11/1/2023).

BACA JUGA: Selain Sekolah, Keluarga Diharapkan Ciptakan Ruang untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Menurut Sudarsono, kasus siswa yang belum menuntaskan Calistung bisa ditemukan hampir pada semua sekolah terutama di desa-desa yang jauh dari ibu kota kabuapaten seperti di Desa Sampungu dan Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima maupun di wilayah lain di Kabupaten Bima.

“Itu hampir ada setiap sekolah menurut kami. Apalagi untuk sekolah-sekolah terpencil. Masalahnya itu dari tingkat sekolah dasar,” ujarnya.

Pernyataan Sudarsono juga dibenarkan sejumlah guru yang mengikuti konferensi PGRI Ranting Soromandi di SDN Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Mereka menyebut, sejumlah satuan pendidikan yang masih mengoleksi siswa tidak membaca atau belum menuntaskan Calistung, di antaranya di SMPN 8 Satap Soromandi dan SDN Lewintana Kecamatan Soromandi.

“Rata-rata masih banyak siswa di SMP dan SD yang belum bisa membaca,” ujar salah satu guru yang juga dibenarkan sejumlah guru yang mengikuti konferensi PGRI Ranting Soromandi, Rabu (11/1/2023).

Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Fahris Adam M.Pd mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal menuntaskan masalah literasi dengan menggelar bimbingan teknis melibatkan pembicara tingkat Kabupaten Bima. Pesertanya guru seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

BACA JUGA: Dorong Implementasi Kurikulum Merdeka, LPPM STKIP Tamsis akan Laksanakan Pengabdian Bersama

Seminar dan bimbingan teknis tentang literasi dan numerasi itu, juga sudah ditindaklanjuti oleh pembicara hingga satuan pendidikan, termasuk berkaitan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). “Kalau kaitanya Calistung sudah digelar kegiatan menghadirkan pembicara tingkat Kabupaten Bima dan pesertanya diikuti guru-guru seluruh sekolah di Soromandi,” ujar Fahris di Soromandi usai konferensi PGRI Ranting Soromandi Kabupaten Bima.

Secara terpisah, salah satu siswa di SMPN 1 Soromandi Kabupaten Bima mengungkapkan terdapat beberapa pelajar di sekolah setempat yang masih terbata-bata membaca. Bahkan salah satunya tidak mengenal huruf sama sekali dan saat ini duduk di kelas 2.

Siswa itu juga memberikan data by name, by address sejumlah siswa yang masih terbata-bata membaca dan tidak mengenal aksara dengan baik.

Sebelumnya, Kepala SMK Taman Madya Baiturrahman Kabupaten Bima, Ica ST mengungkapkan, sedikitnya empat siswa di sekolah setempat masih terbata-bata membaca. Bahkan salah satunya sama sekali tidak bisa membaca. Ica pun memberikan data by name by address sejumlah siswa tersebut kepada Berita11.com serta gambaran latar belakang kondisi sosial ekonomi siswa. [B-22/B-19]

Pos terkait