YAPPIKA ActionAid dan SOLUD Gelar Training Pembuatan Indepth Report untuk Jurnalis Warga

Peserta Training Indept Report saat Mengikuti Pelatihan di Rumah SOLUD.

Kota Bima, Berita11.com— YAPPIKA ActionAid dan perkumpulan Solidaritas untuk Demokrasi (SOLUD) Bima menggelar training pembuatan laporan mendalam (indepth report) untuk jurnalis warga selama dua hari, 8-9 September 2021.

Kegiatan yang diikuti citizen journalist dari komunitas sekolah dan media pendamping ini berlangsung di Rumah SOLUD Bima yang dipandu mentor sejumlah jurnalis senior, di antaranya jurnalis/ mantan editor CNN, R Dewi Kandi dan Agung Budiono.

R Dewi Kandi yang memandu pelatihan menyampaikan sejumlah materi dasar jurnalistik seperti doorstop dan teknik pembuatan indept reporth, di antaranya teknik menulis berita dengan data,   teknik pengumpulan data dan menembus narasumber, membuat outline, ringkasan rencana liputan (TOR).

Pada hari kedua peserta dibekali teknik mengembangkan ide untuk laporan mendalam seperti memilih angle (sudut) berita yang tepat, memilah data dan narasumber, menyusun daftar pertanyaan.  Para peserta juga diarahkan langsung praktik menulis outline.

BACA JUGA:  Buka Turnamen Catur Mi6, Gubernur Zul: Menang itu Gampang, Mengalah yang Susah

“Data tertulis atau dokumen, dari data itu dikasi gambaran misalnya tentang joki cilik yang menghawatirkan. Dari data yang diperoleh yang bisa dilakukan jurnalis warga melakukan verifikasi lapangan. Misalnya dari data-data angka yang mencengangkan. Kita bisa mengkonfirmasi dengan kita cari saja daerah yang paling mewakili. Data itu bisa disebut latar belakang, (dari) seebelumnya kita mendapatkan data (awal),” ujar Dewi Kandi saat menyampaikan materi.

Dewi juga menjelaskan, saat pengumpulan data atau wawancara, jurnalis warga terlebih dahulu bisa melakukan observasi, termasuk mempelajari karakter (mood) dan latar belakang narasumber yang akan diwawancarai sehingga memudahkan proses pengumpulan data.

“Dalam melakukan wawancara, kalau pertama wawancara khusus konfirmasi lagi berapa lama kita dikasi waktu untuk wawancara,” ujarnya.

BACA JUGA:  HM Lutfi: Kemajemukan di Kota Bima sebagai Khazanah

District Coordinator Program Pro In-Qlued, Hersan Hadi, menjelaskan training pembuatan laporan mendalam bagi jurnalis warga yang dilaksanakan pihaknya diselaraskan dengan program yang sedang dilaksanakan YAPPIKA ActionAid dan SOLUD, khususnya berkaitan sektor pendidikan di Kabupaten Bima.

Pasca training, peserta pelatihan akan langsung praktik mengumpulkan data dan membuat laporan mendalam yang  outputnya diharapkan menjadi salahsatu input bagi pengambil kebijakan terhadap fakta-fakta persoalan pendidikan seperti infrastruktur dan mutu pendidikan yang dipengaruhi perubahan pola pembelajaran saat pandemik Covid-19. [B-11]