Lawan PS Udikma, LFC Pasang Tiga Pemain asal Papua, ini Hasilnya

Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono

Mataram, Berita11.comLombok Football Club (LFC) kembali menggelar uji coba menjelang Liga 3 Asprov NTB. LFC melawan tim sepak bola Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, Kamis (18/11/2021). Hasilnya, skor sama kuat 2-2 untuk kedua tim.

Pada pertandingan yang berlangsung di lapangan Gebang Mataram, LFC memainkan tiga pemain asal Papua, yaitu duet striker Paulus Isak Onna dan Edwin Harold Iboy serta pemain belakang Andresius Kristian Bonsapiah.

Pemain LFC membuat gol cepat melalui kaki Edwin di menit 4, yang tercipta dari umpan satu-dua dengan Paulus. Sentuhan Paulus mengecoh pemain bertahan Undikma, ia kemudian mengirimkan bola ke Edwin dan gol tercipta dengan mudah.

Setelah gol ini, Undikma bermain ngotot, dengan berupaya menembus pertahanan LFC. Seperti duet striker, back asal Sorong, Andresius Kristian Bonsapiah bermain tenang. Beberapa kali ia menghalau umpan terobosan dari gelandang serang Undikma. Hingga turun minum skor 1-0 untuk LFC tak berubah.

Di babak kedua, pemain Undikma mengambil inisiatif serangan. Lini tengah Undikma cukup lihai menguasai bola. Beberapa kali umpan terobosan yang dilakukan pemain-pemain Undikma sanggup menerobos lini bertahan LFC. Beruntung bagi LFC, karena penyelesaian akhir striker-striker Undikma kurang tenang.

Kreativitas lini tengah LFC tak berjalan maksimal, Paulus dan Edwin beberapa kali mengambil inisiatif menjemput bola. Petaka terjadi di menit 73, Parlian Agung Dewantara menyamakan kedudukan. Memanfaatian kesalahan komunikasi lini belakang LFC, Dewa dengan tenang menceploskan bola.

BACA JUGA:  Rekrut Pemain Baru, TC Lombok FC segera Digeber

Gol ini membuat LFC kembali berinisiatif menyerang. Memanfaatkan kecepatan sayapnya tim asuhan Hamzah Wardi dan Margono ini menusuk. Tapi banyak bola kandas oleh solidnya lini belakang Undikma.

Buntunya serangan membuat pemain LFC, Aldy mencoba menendang bola dari jarak jauh. Hasilnya di menit 76, tendangannya membentur mistar gawang Undikma. Skor nyaris bertambah untuk LFC.

Lewat skema serangan dari sayap kiri, akhirnya LFC benar-benar mencetak gol di menit ke 82. Paulus yang menerima umpan silang dengan tenang menceploskan bola. Skor 2-1 untuk LFC. Gol ini rupanya tak bertahan lama, sehingga pada menit 82 pemain Undikma Slamet Riyadi menyamakan skor 2-2 setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang.

Hingga peluit akhir pertandingan ditiup, skor imbang tetap bertahan.

Presiden LFC H. Bambang Kristiono (HBK) usai pertandingan memberikan catatan khusus. Meski bertajuk laga persahabatan, tapi dia menilai komposisi tim masih butuh berbagai pembenahan. Menurutnya, pemain antarlini di LFC belumlah merata.

“Yang kita mainkan ini adalah pemain-pemain yang belum bermain pada laga sebelumnya. Cuma secara kemampuan, memang masih harus ditingkatkan,” katanya.

HBK menilai pertandingan persahabatan yang digelar sekaligus menjadi ajang evaluasi untuk membentuk komposisi pemain yang solid. Pekan depan pemain-pemain LFC akan mulai mengarungi Liga 3 Asprov NTB.

BACA JUGA:  Liga 3 PSSI Rayon NTB, Lombok FC Tumbangkan PSLT 2-0

“Performa pemain baru dari Papua cukup memuaskan. Tinggal selanjutnya kita asah lagi pemain yang lain,” ujarnya.

“Saya optimis komposisi terbaik akan tampil di kompetisi Liga 3 nanti,” sambungnya.

Sementara itu, Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, skuad inti dari LFC masih terus digodok oleh pelatih. Pertandingan melawan Undikma kian menunjukkan performa individu pemain. Selain skill, daya tahan serta daya juang di lapangan perlu ditingkatkan.

“Determinasi sepak bola itu berjalan 90 menit. Kalau fisik habis sebelum pertandingan selesai, maka kita akan kedodoran. Satu menit di sepak bola itu berarti dan gol bisa tercipta,” katanya.

Untuk itu, sesuai arahan Presiden LFC kepada tim pelatih komposisi pemain inti dan cadangan diharapkan tak berbeda jauh sehingga rotasi dapat berjalan baik. Kompetisi Liga 3 NTB akan berjalan cukup padat, ada 10 tim yang harus dihadapi oleh LFC di fase pertama.

“Pertandingannya hanya jeda sehari, bahkan ada yang berturut-turut. Kalau cadangan kurang siap, maka skuad inti kesulitan pelapis. Saya yakin skuad inti dan pelapis nanti benar-benar  sepadan disaat kompetisi berjalan,” tambahnya. [B-19]