EK LMND Kota Bima Gelar Konferkot, Kawan lama Ingatkan Pentingnya Gerakan Bersama Rakyat

Foto Bersama Peserta Konferkot EK LMND Kota Bima Usai Pembukaan di Gedung PKK Kabupaten Bima, Sabtu (26/3/2022). Foto MR/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Kota Bima menggelar konferensi kota (Konferkot) di Gedung PKK Kabupaten Bima, Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Penatoi Kota Bima, Sabtu (26/3/2022) pagi.

Konferkot dalam rangka pemilihan pengurus baru EK LMND Kota Bima ini mengusung tema. Revitalisasi Pemimpin yang Revolusioner Progresif dan Taat pada Mekanisme Organisasi serta Bersolidaritas dalam Menjalankan Idiologi Perjuangan Organisasi. Kegiatan dihadiri 70 kader dan kawan lama LMND.

Dalam laporannya, ketua panitia Konferkot EK LMND Kota Bima, Arif Haryadin menjelaskan, anggaran kegiatan berasal dari iuran anggotan dan para senior LMND. “Kami berharap siapapun yang menjadi pemimpin ke depan harus  meneruskan tongkat estafet agar oraganisi ini ke depan lebih maju lagi,” harap Arif.

Ketua EK LMND Kota Bima Bambang Hidayat, berharap,  seluruh kader LMND bersatu dan terlibat membangun komunikasi dengan front persatuan lain , baik organisasi kemahasiswaan maupun sektor rakyat. “Dengan berakhirnya masa jabatan saya ini, maka mudah-mudahan pada kegiatan ini mendapatkan pemimpin yang baru yang dapat membawa organisasi ini lebih maju lagi,” harapnya.

Kawan lama LMND, Azwar Anas mengatakan, tujuan Konforkot berkaitan laporan akhir tahun masa kepemimpinan pengurus lama. Selain itu, yang paling substansi berkaitan pemilihan ketua baru atau struktur baru yang selanjutnya akan memimpin LMND.

BACA JUGA:  Rumah Warga Rhee Terbakar saat Ditinggal Pemilik ke Ladang

“Keberadan Eksekutif LMND Kota sekarang sudah berdiri sendri. Lain dengan LMND dulu dengansekarang, sudah pisah Eksekutif LMND Kota Dan Kabupaten. Konferensi EK LMND Kota yang hari ini dilakukan merupakan yang ke-5 kalinya,” ujar Ketua EK LMND Kota Bima, periode 2014-2016 ini.

Menurut Azwar, perbedaan yang paling mendasar dan mencolok saat pertama, berkaitan proses pergantian ketua yang awalnya hanya satu kali dalam setahun. Namun kini durasinya dua tahun. “Karena proses perubahannya dari mulai dari pusat sampai ke daerah itu yang paling mencolok,” katanya.

Azwar juga mengatakan, perbedaan lain, gerakan-gerakan mahasiswa sudah cenderung demoralisasi, di mana gerakan-gerakanya  tidak lagi membangun gerakan bersama rakyat. “Sebelum dilakukan gerakan atau serasi, tentu teman-teman harus ke basis massa untuk bicara dan berdiskusi dengan masyarakat, kemudian dibedah habis-habisan dalam satu internal,” ujarnya. 

Dia berharap, di tengah pengaruh luar biasa terhadap gerakan hingga mengalami kemunduran, para kader LMND terus berupaya mengawali dan mengembalikan gerakan melalui marwah yang dibangun organisasi.  “Sebagai pelopor dari pada gerakan membangun ditingkatan pergerakan  yang lebih maju dan progresif dalam menjalankan roda organisasi ini.  Imbauan ke teman-teman LMND sekarang, kembali melakukan perjuangan itu seperti yang kemarin-kemarin melewati beberapa tahapan-tahapan yang semestinya,” harapnya.

BACA JUGA:  HM Lutfi: Kemajemukan di Kota Bima sebagai Khazanah

Azwar juga berharap, para kader LMND kembali menggali informasi berkaitan persoalan yang dihadapi rakyat.  “Memang yang harus diatasi, oleh karena itu tugas berat bagi teman-teman ini mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan,” kata Azwar.

“Teman-teman harus banyak membangun diskusi-diskusi publik di kota berkaitan dengan roda perjalanan masa kepemimpinan di Kota Bima ini tentang masa kepemimpinan Lutfi-Ferry ini. Harus mengevaluasi tiga tahun lebih masa Lutfi – Ferry lewat visi-misi yang telah disampaikan oleh mereka sejauh mana capaian visi misi itu supaya masyarakat sedikit bisa terbantukan,” lanjut Azwar.

Kawan lama LMND, Delian Lubis S. Sos  berharap, gerakan LMND tidak lagi eksklusif, tidak terpisah dari gerakan rakyat. “Semoga gerakan LMND ke depan semakin maju dan progresif. Saya melihat bahwa saat ini gerakan mahasiswa  terjadi kanalisasi, terpisah-pisah. Ada satu isu yang harus direspon secara bersama oleh mahasiswa, tapi hari ini tidak dilakukan, terpisah,” ujar Staf Ahli Gubernur NTB ini.

Delian berharap, gerakan mahasiswa menyatu dengan gerakan rakyat. “Tidak ada perubahan yang datang dari mahasiswa. Kalau berpisah dari gerakan rakyat, maka mengerakan perubahan  harus mengajak rakyat untuk menuntut sebuah perubahan bersama,” ujarnya. [B-12]