Suasana Kecamatan Monta Kondusif, Polisi masih Buru Tiga Pelaku Penganiayaan

Kapolsek Monta, AKP Takim dan anggota Polsek berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban pasca kasus pembunuhan anggota Pol PP di Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Nusa Tengggara Barat, Senin (20/2/2023).
Kapolsek Monta, AKP Takim dan anggota Polsek berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban pasca kasus pembunuhan anggota Pol PP di Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Nusa Tengggara Barat, Senin (20/2/2023).

Bima, Berita11.com— Suasana Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) berangsur kondusif pasca kasus anggota Polisi Pamong Praja, Jakariah Hamzah (55 tahun) dianiaya hingga meninggal dunia, Senin (20/2/2023) siang.

Kapolsek Monta Kabupaten Bima, AKP Takim yang dihubungi Berita11.com, menjelaskan, suasana di Desa Tolouwi hingga Senin (20/2/2023) malam masih kondusif. Sejumlah aparat kepolisian juga masih siaga di sekitar tempat kejadian perkara.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah situasi sampai saat ini masih aman dn kondusif,” ujar AKP Takim kepada Berita11.com melalui layanan media sosial Whatshapp, Senin (20/2/2023) malam.

Pada bagian lain, Kepolisian Resor (Polres) Bima masih terus memburu tiga petani yang menganiaya korban hingga meninggal dunia.

BACA JUGA: Terbakar Cemburu, Bacok Selingkuhan Istri, Kini Mendekam di Jeruji Besi

“Kita masih melakukan upaya pencarian terhadap tiga terduga pelaku dan satu orang lagi yang belum diketahui identitasnya,” ujar Kapolres Bima, AKBP Hariyanto dikutip Kepal Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bima, Iptu Adib Widayaka.

Aparat kepolisian mengantongi nama tiga terduga penganiayaan berat yang menyebabkan hilangnya nyawa korban. Mereka masing-masing berinisial MS, IB alias One Turi dan SH alias Ongki, warga Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Kapolres Bima meminta pihak keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian untuk menuntaskannya.

“Kita ikut berbelasungkawa atas meninggalnya korban meninggal, Almarhum Jakariah. Semoga diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami meminta kepada keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian untuk menanganinya,” ucap AKBP Hariyanto.

BACA JUGA: Supervisi Progres MCP dan SPI di Kabupaten Bima, KPK Ingatkan soal Tata Kelola Pemerintah

Berdasarkan keterangan isteri korban, kasus penganiayaan dipicu masalah tanah di So Woko Desa Tolouwi.

“Menurut keterangan isteri korban, di area tanah itu ada pohon mangga yang ditebang oleh korban dan dikomplain oleh MS yang merupakan bapaknya SH alias Ongki,” tuturnya.

Bapak dan anak itu serta IB lantas mendatangi rumah korban dan langsung membacok korban. Mereka kemudian melarikan diri. Akibatnya korban mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke PKM Monta. Namun nahas, dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Monta dan anggota Polsek yang mendengar adanya kejadian tersebut langsung menuju TKP. Seketika melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa, sejumlah tokoh dan masyarakat di Desa Tolouwi.

“Untuk perkembangan selanjutnya, nanti akan kita sampaikan,” ujar Kapolres Bima dikutip Adib. [B-22]

Pos terkait