Sebelum Banjir Bandang Melanda Bima, BMKG sudah Keluarkan Peringatan

Forecaster Stamet Sultan Muhammad Salahuddin/ BMKG Bima, Laksita Widomurti. Foto US/ Berita11.com.
Forecaster Stamet Sultan Muhammad Salahuddin/ BMKG Bima, Laksita Widomurti. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Air bah menyebabkan rumah warga di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima hanyut terseret banjir, Minggu (5/3/2023) sore. Pemukiman warga di Desa Kuta Kecamatan Lambitu dan sejumlah pemukiman warga di Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima diterjang banjir.

Banjir kiriman dari dataran tinggi di Kabupaten Bima juga meluap hingga sejumlah jalan dan pemukiman warga di Kota Bima.

Bacaan Lainnya

Menyikapi perkembangan bencana alam tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengingatkan, warga agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir.

BACA JUGA: Pasca Pemilu, Pj Wali Kota Bima ajak Semua Pihak jaga Kondusifitas

Kepala Stamet Sultan Muhammad Salahuddin (BMKG Bima) melalui forecaster setempat, Laksita Widomurti mengatakan, memasuki akhir periode musim penghujan di wilayah Bima dan Dompu bukan berarti hujan intensitas tinggi akan berkurang.

Hal itu pada Minggu, 5 Maret 2023 tejadi hujan dengan intensitas lebat yang menyebabkan terjadi banjir bandang di wilayah Kecamatan Wawo terjadi pada sore hari.

Dikatakannya, kondisi cuaca signifikan diawali dengan pertumbuhan awan di Kecamatan Sape dan telah diberikan informasi oleh Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin melalui peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan sejak pukul 13.30 Wita untuk wilayah Sape dan Wawo.

“Informasi peringatan dini cuaca ekstrem wilayah Bima dan Dompu kembali perbaharui dua kali pada pukul 15.20 Wita dan 16.20 Wita,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Minggu (5/3/2023) malam.

Laksita menjelaskan, jika di ihat dari intensitas dan durasi hujan yang terjadi, maka berpotensi menimbulkan dampak, sehingga BMKG Bima mengeluarkan peringatan dini dampak hujan lebat pada pukul 17.50 Wita, Kecamatan Wawo dan Kota Bima termasuk wilayah yang berpotensi terjadi dampak dari hujan lebat.

BACA JUGA: Warga Terisolir, Dua Jembatan di Tambora Ambles Dihantam Luapan Banjir

“Periode musim hujan yang masih berlangsung di wilayah Bima dan Dompu saat ini masyarakat diharapkan dapat terus waspada akan adanya potensi bencana hidrometeorologis,” katanya mengingatkan.

Potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi secara tiba– tiba dan bersifat lokal seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir. Untuk itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dengan cara memantau informasi peringatan dini cuaca ekstrem dan peringatan dini dampak curah hujan tinggi.

Peringatan dini untuk wilayah yang berpotensi banjir dari Stamet Sultan Muhammad Salahuddin (BMKG Bima) dapat diakses melalui media sosial Facebook: BMKG BIMA dan instgaram: @bmkg_bima), telepon 24 jam (0374) 42315 dan WhatsApp : +6282340448422. [B-22]

Pos terkait