Sejumlah Pejabat Korban Insiden Panggung Festival Bima Ramah masih Dirawat di RSUD

Tangkapan layar rekaman video saat upaya evakuasi korban insiden panggung ambruk saat Festival Bima Ramah di Taman Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/9/2023) siang.
Tangkapan layar rekaman video saat upaya evakuasi korban insiden panggung ambruk saat Festival Bima Ramah di Taman Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (16/9/2023) siang.

Bima, Berita11.com— Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang menjadi korban insiden panggung Festival Bima Ramah yang ambruk, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Hal itu dibenarkan Humas RSUD Bima, dr H Muhammad Akbar. Sejumlah korban yang masih dirawat di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Hj Nurmah dan pejabat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bima, Basirun M.Pd.

Bacaan Lainnya

“Masih dirawat semua beliau-beliau (korban) saat ini,” ujar Akbar saat dikonfirmasi Berita11.com melalui layanan media sosial whatshapp, Senin (18/9/2023).

Sehari sebelumnya, sejumlah pejabat yang menjadi korban insiden panggung festival yang jebol itu telah menjalani tindakan medis (operasi) di RSUD Bima.

BACA JUGA: Jamin Kesehatan Masyarakat, Bupati Bima Tanda Tangan Kesepakatan UHC Bersama BPJS Kesehatan

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Suryadin, M.Si menjelaskan, insiden kecelakaan yang dialami sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bima itu terjadi sekira pukul 10.00 Wita, Sabtu, 16 September 2023 saat acara lomba bakar ikan antar-TP PKK Kecamatan, organisasi perangkat daerah dan instansi vertical dalam rangkaian Festival Bima Ramah yang berlangsung di Taman Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

“Panggung lomba kesenian marawis yang digunakan untuk rangkaian acara pembukaan kegiatan ambruk. Bagian lantai triplek jebol ke bawah, bukan seluruh bangunan panggung dan insiden tersebut terjadi setelah rangkaian acara pembukaan FBR yang diawali dengan menyanyikan lagu gemar konsumsi ikan (Gemarikan) Kelompok Vokal murid SDN Pali bersama seluruh tamu undangan,” ujar Suryadin melalui layanan media sosial whatshapp, Senin (18/9/2023).

Dikatakannya, usai pembukaan, undangan dari unsur Forkopimda Kabupaten Bima, kepala organisasi perangkat daerah, sejumlah kepala bagian dan camat yang hadir pada festival tersebut akan mengikuti sesi foto di atas panggung. Namun beberapa saat sebelum sesi foto bersama itu dimulai, bagian tengah panggung triplek dan besi penyangga di tengah ambruk karena kapasitas panggung yang tidak memungkinkan memuat banyak orang di atasnya.

BACA JUGA: Staf Khusus Wapres dan Pj Gubernur Bahas Percepatan Penurunan Stunting di NTB

“Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan 30 stand lomba bakar ikan. Dua orang yang terluka pada bagian tangan langsung dilakukan penanganan medis di RSUD Bima saat itu juga,” jelas Suryadin.

Sebelumnya, insiden panggung festival jebol membuat sejumlah pegawai dan warga yang mengikuti rangkaian Festival Bima Ramah di Taman Panda pada Sabtu (16/9/2023) mendadak panik. Sejumlah pejabat yang mengalami cidera serius kemudian dibawa ke RSUD Bima untuk menjalani operasi. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait