Masih Bertanding Tiga Kategori lain, ini Profil Nurul Iqamah, Peraih Medali Emas Pertama untuk NTB

Nurul Iqomah saat Tampil pada Pra-PON XX Zona 3. Foto FPTI.or.id.

Bima, Berita11.com— Atlet unggulan Provinsi NTB di PON XX Papua, Nurul Iqomah melaju ke babak final setelah masuk dua besar kualifikasi boulder perorangan putri yang digelar di Arena Panjat Tebing Kluster Kabupaten Mimika, Senin (27/9/2021) lalu.

Selain itu, Nurul juga akan bertanding pada kategori combine dan speed relay. Sementara rekannya yang juga dari kontingen NTB, Anggun Yolanda yang diikutkan pada kategori boulder putri gagal meraih tiket final.

Nurul Iqomah adalah atlet unggulan kontingen NTB asal Kota Bima, yang sebelumnya telah mempersembahkan medali emas perdana untuk NTB saat tampil bersama tiga rekannya pada nomor boulder putri beregu.

Wanita kelahiran Bima, 6 Mei 1995 ini adalah putri ke-2 dari enam bersaudara, anak pasangan suami istri Ilyas dan Sri Eniwati. Menekuni panjat tebing sejak sekolah dasar atau pada umur sekira 10 tahun.

Nurul menamatkan sekolah dasar di SDN 14 Kota Bima, kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Kota Bima dan SMAN 2 Kota Bima. Dia juga tercatat sebagai mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi pada Sekolah Tinggi Keguruan, dan Ilmu Kependidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) Bima.

Bagi Nurul, hasil yang dia raih sekarang bukan dari proses instan. “Menekuni panjat tebing sejak sekolah dasar, proses panjang yg jauh dari kata singkat kami lalui dengan latihan rutin, benar-bahwa tidak ada yg instan dalam sebuah kemenangan, perjuangan ,keringat dan air mata adalah saksi dalam sebuah proses,” ujar Nurul kepada Berita11.com melalui pesan layanan whatshapp, Sabtu (2/10/2021).

BACA JUGA:  Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, HBK Berharap Ada Regulasi Khusus untuk Suporter Sepak Bola

Pada awalnya dia tidak meyukai olahraga panjat tebing, karena takut ketinggian. Namun motivasi saudaranya sendiri, Fitrah Rahma yang membuatnya berani dan menekuni panjat tebing sejak usia sekolah dasar. Saudaranya telah lebih awal menekuni sport climbing dan selalu membeikan semangat untuk bisa menaklukan rasa takut. Sejak tahun 2006 silam, Nurul menjejakan kaki pada setiap poin-poin pada papan panjat.

“Awalnya main-main karena masih 10 tahun. Akhirnya bisa serius dan sampai sekarang,” cerita Nurul.

Dia pernah diterjunkan dalam kejuaraan nasional di Bali. Pada saat itu menurutnya, NTB masih kekurangan atlet, sehingga belum mendapatkan juara pada kejurnas tersebut.

Nurul Iqomah saat Berlatih. Foto FPTI.or.id.

Tujuh tahun kemudian, dia baru bisa meraih medali pertamanya. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat, Nurul membawa pulang medali perunggu kategori boulder perorangan. Dia kemudian meraih sejumlah medali pada 2017, seperti medali emas kategori lead kejuaraan yang digelar Eiger di Bandung dan kejuaraan nasional (Kejunnas) FPTI di Jogjakarta.

Wanita kelahiran Lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda, Kota Bima ini juga membukukan medali perak untuk nomor lead di Kejurnas di Jogjakarta dan juara tiga boulder tim campuran di Jogjakarta.

Sementara, untuk level internasional, dia pertama kali ikut pada Asian Youth dan berada di peringkat lima. Pada 2017, dia mengikuti Asian Championship di Iran. Pada saat itu dia belum bisa meraih medali. Pada 2018, dia beralih di nomor speed dan berlaga di kejuaraan dunia di Moscow dan China. Ia berhasil menempati posisi ke-10.

BACA JUGA:  Nurul Iqomah Tambah Medali Emas PON Papua, ini Klasmen Sementara NTB

Baginya, pada awal sulit beralih kecepatan (speed). Namun, dia beruntung dikelilingi rekan dan pelatih di pemusatan latihan nasional yang selalu memberikan dukungan sehingga bisa memacu bakat terpendamnya. Dia kemudian menyenangi nomor baru tersebut.

“Pertama kali (mencoba) speed world record (catatan waktu) di 12 detik. Sekarang tembus tujuh (detik),” ujar Nurul.

Sebelum meraih medali perdana untuk kontingen NTB bersama tiga rekannya pada nomor boulder putri beregu PON XX Papua,  Nurul Iqamah  tercatat meraih 3 emas di Asian Championship 2019. Dia juga menyumbang 6 emas di Pra-PON XX Zona 3 dari nomor beregu maupun perorangan.

emas itu yang  mengantarkan NTB sebagai juara umum Pra-PON XX Zona 3, di mana medali yang diraih NTB,  7 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Tujuh emas tersebut diraih dari seluruh nomor kategori putri. Nurul selalu berhasil merebut emas dalam setiap nomor yang dia ikuti, yakni combine putri, boulder perorangan putri, boulder tim putri, lead tim putri, speed WR perorangan putri, dan speed relay putri.

Anggota Timnas Panjat Tebing itu hanya absen di 1 nomor, yakni lead perorangan putri. [B-19]