Cemburu Berujung Maut, Seorang Pemuda di Sape Tewas Dibacok Tiga Pria

Proses evakuasi korban dari Puskesmas Sape menuju rumah duka di Desa Kowo Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Kamis dini hari (1/1/2026).
Proses evakuasi korban dari Puskesmas Sape menuju rumah duka di Desa Kowo Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Kamis dini hari (1/1/2026).

Bima, Berita11.com– Kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban jiwa terjadi di jalan lintas Sape-Wera, tepatnya di pertigaan SMAN 3 Sape, Desa Lamere, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Rabu malam (31/12/2025). Seorang pemuda bernama Agusman (25), warga Desa Kowo, tewas setelah dikeroyok dan dibacok oleh tiga orang pelaku.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.35 WITA tersebut diduga kuat dipicu oleh motif cemburu. Salah satu terduga pelaku berinisial AD (24), menuduh korban telah berselingkuh dan membawa kabur istrinya.

Bacaan Lainnya



Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama rekannya sedang berdiri di pinggir jalan. Secara tiba-tiba, ketiga pelaku yang diidentifikasi berinisial J (25), AD (24), dan M (26) datang berboncengan motor. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam berupa parang dan kapak, serta bambu.

Korban sempat mencoba menyelamatkan diri namun terus dikejar. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok serius pada bagian leher sebelah kiri dan tangan kiri.

Setelah melancarkan aksinya, ketiga pelaku yang diketahui merupakan warga Desa Buncu tersebut langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

Korban Meninggal Dunia Rekan korban yang berada di lokasi segera membawa Agusman ke Puskesmas Sape untuk mendapatkan penanganan medis pada pukul 22.45 WITA. Namun sayang, setibanya di Puskesmas sekira pukul 23.10 WITA, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya.

BACA JUGA:  Diduga Terbakar Api Cemburu, Suami di Kota Bima Tega Habisi Istri

Aparat keamanan dari Koramil dan Polsek Sape segera tiba di lokasi sesaat setelah kejadian untuk mengamankan TKP dan menenangkan pihak keluarga korban. Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Kowo pada Kamis dini hari (1/1/2026) untuk disemayamkan.

 

Tiga Orang Diringkus

Kurang dari 24 jam, jajaran Polsek Sape berhasil menuntaskan kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan tewasnya Agusman (25) di Desa Lamere. Tiga orang terduga pelaku yang sempat melarikan diri kini telah diamankan oleh pihak kepolisian pada Kamis dini hari (1/1/2026) sekira pukul 01.30 WITA.

Operasi penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin bersama Tim Opsnal yang dikomandoi oleh Bripka Suaeb. Berdasarkan penyelidikan intensif dan informasi dari lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengepung lokasi persembunyian para pelaku. Ketiganya menyerah tanpa perlawanan berarti.

Kapolsek Kapolsek Sape, AKP Sirajuddin, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan sebagai langkah cepat untuk meredam keresahan masyarakat.

“Tim bergerak cepat di lapangan untuk menuntaskan kasus pengeroyokan ini. Saat ini, ketiga pelaku sudah kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Sebelumnya, ketiga pelaku yakni J (25), AD (24), dan M (26), diduga kuat melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap korban di pertigaan SMAN 3 Sape pada Rabu malam (31/12). Motif kejadian diduga dipicu rasa cemburu salah satu pelaku terhadap korban.

BACA JUGA:  Polres Bima Kota Pulangkan Keluarga Kifen, Status Sempat Diamankan
Tiga terduga pelaku pembacokan yang berhasil diringkus Polsek Sape.
Tiga terduga pelaku pembacokan yang berhasil diringkus Polsek Sape.

Untuk menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kecamatan Sape serta demi kepentingan penyidikan yang lebih mendalam, ketiga pelaku tidak ditahan di Polsek setempat. Pada Kamis pagi, para tersangka langsung digiring menuju Mapolres Bima Kota dengan pengawalan ketat.

Proses pelimpahan tersangka ini dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sape, Ipda Gudsadar, didampingi Katim Opsnal Bripka Suaeb.

 

Korban dimakamkan

Pada bagian lain, Sekretaris Desa Kowo, Marjuki Rahman, korban telah dimakamkan pada Kamis (1/1/2026) pagi. “Korban sudah dimakamkan tadi pagi. Kebetulan saya baru pulang dari kegiatan pemakaman korban,” ujarnya saat dihubungi Berita11.com.

Ia memastikan secara umum kondisi Desa Kowo Kecamatan Sape dan wilayah sekitar kondusif. Untuk mencegah dampak lanjutan, pemerintah desa setempat bersama stake holder terkait, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusifitas dan menyerahkan penanganan masalah hukum kepada aparat kepolisian.

“Kami tetap berupaya melalui pendekatan kekeluargaan, baik pihak keluarga korban maupun pihak keluarga terduga pelaku agar tidak main hakim sendiri dan tetap percayakan semuanya kepada penegak hukum,” ujar Marjuki saat dihubungi. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News



Pos terkait