Bima, Berita11.com– Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (22/1/2026). Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan rumah warga, hingga banjir yang merendam puluhan pemukiman.
Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Fatahullah, mengonfirmasi bahwa seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Lintas Wera-Bima, Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera.
“Korban meninggal dunia atas nama Riski Aditya (20), seorang mahasiswa asal Desa Wora. Saat kejadian, korban sedang berkendara menuju Kota Bima. Rekan korban, Safa’atullah (20), berhasil selamat namun mengalami luka-luka dan sedang dalam penanganan medis di Puskesmas Wera,” ujar Fatahullah melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/1/2026).
Fatahullah menjelaskan, angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang yang sempat memutus akses lalu lintas di Kecamatan Wera dan Ambalawi. Selain itu, kerusakan rumah terjadi di Desa Ranggasolo dan Desa Oi Panihi dengan taksiran kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Selain angin kencang, luapan air dari pegunungan memicu banjir di dua kecamatan berbeda. Di Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, sebanyak 48 rumah warga, satu unit kantor desa, dan SDN 2 Labuan Kananga terendam air dengan ketinggian hingga 30 sentimeter.
Sementara itu, di Desa Bre, Kecamatan Palibelo, banjir setinggi 50 sentimeter menggenangi pemukiman dan lahan pertanian. Buruknya sistem drainase dan tumpukan sampah di kolong jembatan disinyalir menjadi penyebab air cepat meluap ke rumah warga.
“Di Palibelo, banjir berdampak pada 6 kepala keluarga. Saat ini air mulai berangsur surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur. Tidak ada warga yang mengungsi,” tambah Fatahullah.
BPBD Kabupaten Bima telah menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas PUPR dan Dinas Sosial, guna penyaluran bantuan logistik dan peralatan.
Fatahullah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. “Kami meminta warga waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Segera lapor ke pihak desa, babinsa, atau langsung ke BPBD jika terjadi keadaan darurat,” pungkasnya. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News












