Inflasi Kota Bima Maret 2026 Capai 5,09 Persen, Dipicu Kenaikan Harga di Semua Sektor

Aktivitas pedagang bahan pokok di Pasar Ahamami Kota Bima. Foto US/ Berita11.com.
Aktivitas pedagang bahan pokok di Pasar Ahamami Kota Bima. Foto US/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Maret 2026 sebesar 5,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,38.

Kepala BPS Kota Bima, Tuti Juhaeti, mengatakan inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

Bacaan Lainnya






“Seluruh sebelas kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, sehingga mendorong inflasi secara tahunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 17,78 persen, disusul perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,32 persen, serta pendidikan sebesar 5,93 persen. Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 5,10 persen.

BACA JUGA:  Sorot Penyaluran Bibit, Massa GERAM “Segel” Kantor UPT Distambun Kecamatan Bolo

Selain itu, kelompok transportasi mengalami inflasi 3,20 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 3,11 persen, kesehatan 2,70 persen, pakaian dan alas kaki 0,99 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,29 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,81 persen pada Maret 2026.

Secara umum, kenaikan harga dipicu oleh sejumlah komoditas seperti emas perhiasan, tarif listrik, angkutan udara, biaya pendidikan tinggi, serta berbagai komoditas pangan seperti ikan, ayam, tomat, dan udang.

Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi atau mengalami penurunan harga, di antaranya ikan nila, cabai, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, dan angkutan laut.

BACA JUGA:  Inflasi Kota Bima 1,98 Persen, Perawatan Pribadi dan Jasa lain Sumbang 5,22 Persen

Lebih lanjut, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil sebesar 1,83 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,26 persen serta kelompok perumahan sebesar 0,66 persen.

Sementara itu, jika dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi Kota Bima menunjukkan tren meningkat. Pada Maret 2025, inflasi tercatat sebesar 1,13 persen, sedangkan pada Maret 2024 sebesar 3,10 persen.

Kondisi ini menunjukkan tekanan harga di Kota Bima pada 2026 lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News





Pos terkait