Aktivitas Masyarakat Sekitar Sangeangapi Kembali Norma

Pulau Sangeang di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Foto Ist.
Pulau Sangeang di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Kepala Desa Sangeang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, A Rasyid memastikan aktivitas masyarakat di sekitar Sangeangapi maupun di daratan tetap normal, meskipun sebelumnya ada peningkatan status gunungapi tersebut naik ke level waspada.

“Aktivitas di sini (Desa Sangeang) masih aman, masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasa. Di Pulau (Sangeang) juga masih ada orang sebagian. Tapi kami imbau agar berhati-hati, tetap stand by boatnya masing-masing di Pulau (Sangeang),” ujar A Rasyid saat dihubungi Berita11.com melalui layanan media sosial whatshapp, Minggu (23/11/2025) siang.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, sebagian kecil warga masih bertahan di Pulau Sangeang, walaupun sebagiannya telah kembali ke daratan Desa Sangaeng. “Evakuasi mandiri kemarin, sudah ada yang keluar (dari pulau),” ujar A Rasyid.

A Rasyid mengaku belum mengetahui jumlah pasti warga yang masih bertahan di Pulau Sangeang. Namun ia memperkirakanya jumlahnya dihitung dari jumlah boat yang ditumpangi, 3-4 boat.

BACA JUGA:  Bawang Merah Hasil Panen Petani dan 650 Rumah Warga Bima Terendam Banjir

Pemerintah Desa Sangeang mulai mendata berapa blok Gunung Sangeang yang ditempati sementara oleh warga.

“Kami tidak menghitung, tapi banyak 3-4 boat. Kami juga tidak mendata, karena tidak menentu. Mereka datang-pergi (dari Pulau Sangeang),” ujar dia.

Pada Minggu (23/11/2025), Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Kalak BPBD Kabupaten Bima, dan pihak  terkait mendatangi lokasi di Pulau Sangeng, salah satunya pos pengamatan gunungapi.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Sangeangapi di Nusa Tenggara Barat dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Kenaikan status ini berlaku mulai Sabtu, 22 November 2025, pukul 06.00 WITA.

Peningkatan status dilakukan menyusul terekamnya aktivitas kegempaan yang intens serta adanya perubahan visual pada gunung api tersebut.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada hasil analisis dan evaluasi data pemantauan.

BACA JUGA:  Diduga Buntut Uang Rp2 Miliar saat Pileg 2024, Kades, Ketua Yayasan hingga Camat di Bima Dilaporkan ke Polisi, ini Klarifikasinya

“Secara umum, aktivitas Gunung Sangeangapi memperlihatkan peningkatan, baik berdasarkan pengamatan visual maupun data kegempaan,” ujar Muhammad Wafid dalam laporan resminya, Sabtu (22/11/2025).

 

Peningkatan Kegempaan dan Perubahan Visual

Laporan Badan Geologi mencatat, periode 1–22 November 2025 menunjukkan pola peningkatan kegempaan yang signifikan, khususnya sejak 18 November 2025.

Gempa Hembusan mengalami kenaikan, mencapai 43 kali kejadian pada 18 November 2025.

Tercatat pula 5 kali Gempa Tornilo, 25 kali Gempa Vulkanik Dalam, dan 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, yang mengindikasikan pergerakan fluida di bawah permukaan.

Selain itu, pemantauan visual mendapati adanya asap yang keluar dari tembusan baru, lokasi yang berbeda dari titik erupsi terakhir pada tahun 2014.

“Hal ini mengindikasikan bahwa magma yang bergerak naik ke permukaan mencari celah yang paling mudah untuk ditembus. Inilah yang menyebabkan titik terjadinya erupsi dapat berpindah-pindah,” tambah Muhammad Wafid. [B-31]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait