Harga Cabai Rawit di Pasar Sila Tembus Rp120 Ribu per Kg, Kacang Tanah Naik 62,5 Persen

Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima saat bulan Ramadan 1477 Hijriah. Foto US/ Berita11.com.
Aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Pagi Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima saat bulan Ramadan 1477 Hijriah. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Harga bahan pokok (bapok) seperti komoditi pertanian dan barang strategis yang dijual sejumlah pedagang di pasar pagi Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima mengalami kenaikan signifikan sejak awal Ramadan 1477 Hijriah. Harga komoditi yang signifikan naik di antaranya harga cabai rawit, bawang merah dan kacang tanah.

Harga cabai rawit rata-rata dijual dengan harga Rp120 ribu per kg, sedangkan cabai keriting rata-rata dijual dengan harga Rp50 ribu per kg, naik dari sebelumnya Rp36 ribu per kg. Sementara cabai hijau dijual dengan harga Rp80 ribu per kg.

Bacaan Lainnya

Harga bawang merah rata-rata dijual dengan harga Rp70 ribu per kg, naik dari Rp40 ribu per kg. Sementara kacang tanah, rata-rata dijual dengan harga Rp40 ribu per kg, naik drastis sekitar 62,5 persen dari harga jual sebelum puasa, Rp25 ribu per kg.

Pedagang bapok di pasar Sila Kabupaten Bima, Nuraini menyebut, kenaikan harga sejumlah komoditi pertanian seperti cabai rawit karena kenaikan di tingkat produsen di Pulau Lombok. “Kalau harga di Lombok itu lebih mahal, tembus harga Rp180 ribu per kg,” ujarnya di Pasar Sila, Jumat (27/2/2026).

Berbeda dengan harga cabai yang dipengaruhi musim hujan, harga wortel impor justru normal setelah sempat tembus Rp30 ribu per kg. Saat ini harga jual wortel impor Rp20 ribu per kg, sedangkan harga kentang impor Rp25 ribu per kg. Sementara itu, harga bahan pokok produksi pabrik juga mengalami kenaikan seperti harga minyak goreng bersubsidi merek  Minyak Kita Rp21 ribu per liter, naik dari sebelumnya Rp19 ribu per liter.

BACA JUGA:  Kualitas Kredit Terjaga di bawah Threshold 5%, Stimulus Restrukturisasi Kredit Berakhir

Sementara itu harga tomat justru turun. Pada saat ini rata-rata dijual dengan harga Rp5.000- Rp7.000 per kg. Turun dari sebelumnya Rp10 ribu per kg.

Pedagang lainnya, Nurwahidah mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dipengaruhi musim hujan dan kenaikan permintaan saat bulan puasa seperti harga kacang tanah saat ini rata-rata dijual Rp40 ribu per kg, naik dari harga Rp25 ribu per kg. “Sebagian bahan pokok tidak mengalami kenaikan seperti harga bawang putih. Namun bumbu dapur lainnya seperti merica naik dari Rp160 ribu per kg dan saat ini Rp180 ribu per kg,” ujarnya.

Sementara itu, harga gula pasir juga mengalami kenaikan Rp1000 per kg, dari sebelumnya Rp18 ribu per kg, saat ini rata-rata dijual oleh para pedagang di pasar dengan harga Rp19 ribu per kg. Demikian juga harga tepung terigu premium merek Segitiga Biru dijual dengan harga Rp13 ribu per bungkus. Harga minyak goreng premium merek Bimoli dijual bervariasi oleh para pedagang dengan harga Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per dua liter atau Rp25 ribu per liter.

Harga kemiri juga naik dari Rp40 ribu per kg menjadi Rp55 ribu per kg. Kenaikan terjadi sejak awal Ramadan 1477 Hijriah. Demikian juga harga kunyit bubuk umumnya dijual Rp45 ribu per kg, naik dibandingkan sebelum awal Ramadan yang rata-rata dijual dengan harga Rp20 ribu per kg.

BACA JUGA:  TPID Kota Bima Sidak Pasar Amahami, Harga Cabai Rawit dan Telur Termonitor Naik Drastis

Pedagang daging di Pasar Pagi Sila Kecamatan Bolo, Sri Yaningsih mengatakan, sejak awal bulan puasa harga daging merah yang dijual dirinya naik menjadi Rp130 ribu per kg. Berbeda dengan harga jual sebelum puasa dijual dengan harga Rp120 ribu per kg.

Sementara sejumlah pedagang mengaku tidak menaikan harga untuk sejumlah barang yang melimpah seperti harga beras medium rata-rata dijual dengan harga Rp14 ribu – Rp15 ribu per kg, sedangkan harga beras medium kelas 2 rata-rata dijual dengan harga Rp12 ribu per kg.

“Pada saat ini umumnya para petani sedang panen sehingga tidak mungkin mau menaikan harga beras,” ujar pedagang beras di Pasar Sila Kabupaten Bima, Dewi.

Sementara itu telur ayam ras rata-rata dijual dengan harga Rp60 ribu per krak. Harga jual ayam broiler (pedaging) dijual dengan harga Rp60 ribu sampai dengan Rp75 ribu per ekor. Harga jual ayam brioler bergantung ukuran ayam. Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, harga jual ikan layang di Pasar Tradisional Sila Kecamatan Bolo juga mengalami kenaikan. Jika sebelum puasa rata-rata dijual dengan harga Rp15 ribu per kg, sejak awal Ramadan dijual dengan harga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kg.

Harga kelapa bulat Rp10 ribu hingga Rp15 ribu yang bergantung ukuran. [B-31]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait