Depresi Penyakit Menahun, Seorang Petani di Pekat Dompu Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin dan anggota saat melaksanakan olah tempat kejadian perkara.
Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin dan anggota saat melaksanakan olah tempat kejadian perkara.

Dompu, Berita11.com – Peristiwa tragis menggemparkan warga Dusun Sorikalate, Desa Kadindi Barat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Seorang petani, Burhanudin  (64) ditemukan meninggal dunia dalam posisi gantung diri di sebuah pohon nangka pada Senin (9/3/2026) malam.

Kapolsek Pekat, IPTU Jubaidin, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WITA, sesaat setelah waktu berbuka puasa. Istri korban yang menyadari suaminya keluar rumah tanpa pamit segera meminta bantuan tetangga untuk melakukan pencarian.

Bacaan Lainnya

Dua orang saksi, Nurhidayah (50) dan Nuriah (50), melakukan pencarian menggunakan senter menuju halaman rumah warga bernama Ahmad yang berjarak sekitar 10 meter dari kediaman korban. Di lokasi tersebut, saksi menemukan korban dalam posisi berdiri di bawah pohon nangka.

BACA JUGA:  Beberapa Desa di Bima tidak Salurkan BLT Desa hingga Tuntas, sebagian Digunakan Pribadi Kades

“Awalnya saksi tidak melihat jelas adanya tali nilon di leher korban karena kondisi gelap. Mereka kemudian memanggil istri korban dan warga lainnya untuk memastikan keberadaan korban,” ujar IPTU Jubaidin dalam laporan resminya.

Setelah diperiksa bersama-sama, warga menemukan leher korban telah terjerat tali nilon yang terikat pada ranting pohon nangka. Saat diperiksa lebih lanjut, korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Mendapat laporan dari kepala dusun setempat, personel Polsek Pekat langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal serta mengevakuasi jenazah korban.

Berdasarkan hasil analisis kepolisian dan keterangan pihak keluarga, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena merasa frustrasi atas penyakit yang telah dideritanya cukup lama.

BACA JUGA:  Dua Petani di Dompu Tewas Disambar Petir saat saat Perbaiki Atap Gubuk

Sebelum kejadian ini, keluarga mengaku sempat khawatir karena dalam beberapa hari terakhir korban pernah merencanakan aksi serupa menggunakan racun tikus, sehingga pihak keluarga terus berupaya melakukan pengawasan.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Pihak keluarga tidak keberatan dan telah menandatangani surat pernyataan yang disetujui oleh istri serta anak-anak korban. Jenazah rencananya akan dimakamkan pada Selasa (10/3/2026),” tambah Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan isu negatif terkait kematian korban dan memastikan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) di wilayah Desa Kadindi Barat tetap kondusif. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait