Tak Jangkau seluruh Penerima Manfaat 3B, SPPG Diharapkan Evaluasi Penyaluran Melalui Posyandu

Menu MBG yang diperoleh penerima manfaat di Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.
Menu MBG yang diperoleh penerima manfaat di Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Sejumlah warga mendesak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bima agar mengevaluasi penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Posyandu. Masalahnya pihak Posyandu tidak dapat memastikan MBG diterima kelompok penerima manfaat kelompok 3 B (ibu hamil, ibu menyusui dan bayi lima tahun).

Salah satu penerima manfaat MBG di Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Novi menuturkan, penyaluran MBG untuk kelompok 3B tidak dipastikan diterima seluruh warga yang masuk dalam daftar kelompok penerima manfaat dan terkesan kucing-kucingan. Pada sisi lain tidak ada pemberitahuan (notifikasi) dari pihak pengelola Posyandu untuk mengambil MBG.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bupati Bima Bagikan 1.000 Bibit Pohon di Woha






Ia berharap agar pihak SPPG di Kabupaten Bima khususnya di Kecamatan Soromandi agar membenahi sistem penyaluran MBG. Jika melalui pihak ketiga, mestinya mereplikasi yang diterapkan seperti di Jawa, penyaluran langsung ke rumah-rumah oleh kader Posyandu, karena kader Posyandu yang bertugas menyalurkan MBG diberikan insentif oleh SPPG.

“Beberapa kali saya tidak terima MBG. Ndak ada pemberitahuan maupun pengumuman. Mestinya sistemnya bisa dibenahi. Disalurkan langsung ke rumah rumah penerima manfaat menggunakan sepeda motor oleh kader yang diberikan insentif. Seperti itu sistemnya di Jawa. Kalau 3B yang harus ambil di posko Posyandu, banyak yang tidak tahu, karena waktu penyaluran dari SPPG berubah-ubah, kadang siang, kadang sore jelang magrib,” ujarnya di Soromandi, Kamis (19/2/2026).

Hal  yang sama juga disampaikan warga lainnya, Rani. Ia berharap agar SPPG Lewidewa Kecamatan Soromandi mengevaluasi penyaluran MBG untuk kelompok 3B melalui Posyandu. Jangan sampai terdapat kesan dari masyarakat bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut dilaksanakan sesuka hati petugas di lapangan.

BACA JUGA:  Orang Tua Murid Keluhkan Menu Makan Bergizi Gratis di Madapangga, Temukan Telur Setengah Matang dan Camilan Kedaluwarsa

“Kalau salurkan MBG jangan kucing-kucingan. Harus pastikan kelompok penerima manfaat menerima MBG tersebut,” ujarnya.

Pada bagian lain, sejak awal libur sekolah sebelum puasa Ramadan 1447 Hijriah/ 2026 Masehi, hampir seluruh sekolah di Kabupaten Bima tidak memperoleh penyaluran MBG dari SPPG. Informasi yang diperoleh Berita11.com, sedikitnya empat SPPG di wilayah Kabupaten Bima dari 21 SPPG di NTB dievaluasi dan dihentikan kegiatannya menyalurkan MBG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena beragam pelanggaran dan masalah dalam penyaluran MBG.

Terkait hal tersebut, Berita11.com telah berupaya menformasi Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, namun sampai saat ini ia tidak merespon pertanyaan wartawan. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News





Pos terkait