Bima, Berita11.com— Stok semen merek Tiga Roda di wilayah Bima untuk sementara kosong. Tambahan pasokan sebanyak 2.000 ton yang telah diminta perusahaan dari pusat belum tiba akibat kendala antrean kapal dan cuaca yang tidak stabil.
Pimpinan Cabang (Pincab) Semen Tiga Roda di Bima, Junaidin, mengatakan puluhan sak semen yang sebelumnya masih tersedia telah dipesan oleh pemilik toko. Namun, semen tersebut belum diambil sehingga tidak lagi tersedia untuk pembeli lain.
“Untuk sementara stoknya tidak ada, kosong. Ada beberapa puluhan stok semen, semuanya sudah dipesan oleh pemilik toko, tetapi belum diambil oleh mereka. Jadi, untuk saat sekarang stok tidak ada,” kata Junaidin saat dihubungi Berita11.com, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan permintaan tambahan pasokan kepada kantor pusat sebanyak 2.000 ton. Namun, pengiriman tersebut belum tiba karena masih terkendala antrean kapal serta kondisi cuaca yang tidak stabil.
Selain permintaan pertama, pihaknya juga mengajukan tambahan pasokan kedua sebanyak 5.000 ton. Akan tetapi, realisasi pengiriman tersebut masih belum pasti.
“Permintaan kedua sebanyak 5.000 ton ini masih tentatif. Kami masih menunggu kepastian apakah akan dikirim atau bagaimana,” ujarnya.
Pasokan dari Pusat Distribusi Terganggu
Junaidin menyebut, persoalan pasokan juga berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan bahan baku batu bara di pusat produksi atau distribusi di Kalimantan. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi kelancaran distribusi semen.
Kendala produksi dan pengangkutan laut itu menyebabkan pasokan semen ke Bima belum dapat kembali normal. Sementara itu, kebutuhan semen di tingkat toko bangunan tetap harus dipenuhi.
Pihak Semen Tiga Roda merencanakan penyaluran pasokan pada awal November mendatang.
Harga Semen di Tingkat Toko Mencapai Rp85 Ribu
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bima, Juraidin, mengungkapkan bahwa sejumlah toko bangunan di Kecamatan Woha dan Palibelo mengalami kekurangan pasokan semen sejak awal Oktober.
Berdasarkan informasi dari pemilik toko yang diterima Disperindag, kelangkaan di sejumlah tempat telah berlangsung selama satu hingga dua minggu. Pasokan yang sempat masuk pun langsung habis terjual.
Dalam kondisi tersebut, harga jual semen di tingkat toko berkisar Rp75.000 hingga Rp85.000 per sak, bergantung pada merek.
Dalam kondisi normal, toko bangunan di Woha dan Palibelo biasanya memperoleh pasokan dari distributor atau toko di Kota Bima. Pengiriman disebut dapat mencapai sekitar 200 sak dalam satu kali pengiriman, dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.
Namun, sejak awal Oktober, pasokan dilaporkan tidak lagi menentu.
Disperindag Kabupaten Bima sebelumnya juga menyatakan akan berkoordinasi dengan distributor semen lainnya, termasuk Tonasa, Bosowa, dan Conch, guna menelusuri penyebab berkurangnya pasokan. [B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News










