Banjir Rendam Rumah Warga di Kecamatan Wera

Kondisi pemukiman warga dan jalan raya di Desa Bala Kecamatan Wera Kabupaten Bima yang diterjang banjir, Kamis (19/3/2026) sore.
Kondisi pemukiman warga dan jalan raya di Desa Bala Kecamatan Wera Kabupaten Bima yang diterjang banjir, Kamis (19/3/2026) sore.

Bima, Berita11.comBanjir melanda Desa Bala, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Kamis (19/3/2026) sore, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.39 WITA hingga 16.39 WITA.

Akibat derasnya aliran air dari pegunungan, drainase di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air, diperparah oleh adanya sumbatan sampah. Air kemudian meluap ke permukiman warga, lahan pertanian, serta ruas jalan dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ahmad Ikliludin Nahkodai PWI NTB 2025–2030, ini Formasi Lengkap Pengurusnya






Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M Nurul Huda, mengatakan, banjir tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga atau 11 jiwa.

“Sebanyak tiga unit rumah warga terendam. Selain itu, ruas jalan di Dusun Bala sempat tergenang sehingga mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi banjir saat ini telah berangsur surut. Warga pun mulai melakukan pembersihan lumpur dan sampah di lingkungan masing-masing. Tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap dampak di sektor pertanian dan infrastruktur,” katanya.

BPBD Kabupaten Bima telah menurunkan tim untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta pemerintah desa setempat guna melakukan kaji cepat dan penanganan darurat.

BACA JUGA:  Polsek Donggo dan Bhayangkari bagi 50 Paket Takjil kepada Warga

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

Nurul Huda mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana susulan, seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat kepada BPBD, pemerintah desa, maupun aparat setempat,” katanya.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi terdampak meliputi bantuan tanggap darurat serta logistik dan peralatan. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News





Pos terkait