26 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bima Rampung, tetapi Belum Ada yang Beroperasi, ini Penyebabnya

Kopdes Merah Putih Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yang telah lama rampung, namun sampai saat ini belum mulai beroperasi. Foto US/ Berita11.com.
Kopdes Merah Putih Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yang telah lama rampung, namun sampai saat ini belum mulai beroperasi. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com – Sebanyak 26 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bima dilaporkan telah mencapai progres 100 persen. Namun, hingga saat ini belum ada yang mulai beroperasi.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa belum beroperasinya koperasi tersebut berkaitan dengan pemenuhan sarana dan prasarana serta kesiapan bangunan yang akan digunakan untuk menunjang aktivitas koperasi.

Bacaan Lainnya

Menurut Tohir, distribusi perlengkapan sarana dan prasarana KDMP, termasuk material bangunan, masih mengalami keterlambatan. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan penyelesaian fasilitas pendukung operasional koperasi.

BACA JUGA:  191 Desa di Kabupaten Bima sudah Laksanakan Musdessus Kopdes Merah Putih, tapi..

Selain persoalan distribusi material, ketersediaan fasilitas air pada sejumlah bangunan juga menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian sebelum fasilitas tersebut digunakan untuk kegiatan operasional.

“Percepatan operasional KDMP juga terkendala dengan bangunan yang tidak ada penyediaan air,” jelas Tohir menjawab Berita11.com, Kamis (15/10/2026).

Di sisi lain, penempatan manajer KDMP oleh Agrinas di sejumlah lokasi belum sepenuhnya tepat sasaran. Aspek tersebut perlu menjadi perhatian untuk mendukung kesiapan pengelolaan koperasi ketika mulai beroperasi.

Tohir menyebutkan, berdasarkan rilis Agrinas, sebanyak 26 KDMP di Kabupaten Bima telah mencapai progres 100 persen dan telah menjalani verifikasi dan validasi oleh Tim Verval KDMP Kabupaten Bima.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi yang berlangsung saat ini merupakan tahap awal dari keseluruhan rangkaian pemeriksaan. Karena itu, hasil verifikasi dan validasi tersebut belum dapat dimaknai sebagai hasil akhir pemeriksaan terhadap kesiapan dan kelayakan operasional seluruh KDMP.

BACA JUGA:  Ratusan Pelari Ramaikan Kalcer Run 5 KM, Pj Sekda: Ini Tanda Masyarakat Bima Sehat

Diakuinya, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pelaksanaan verifikasi dan validasi, lanjutnya, sejauh ini berjalan cukup baik. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran pemeriksaan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemukan di lapangan. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait