NTP NTB September 2026 Turun 0,80 Persen, Subsektor Hortikultura Alami Penurunan Terdalam

Ilustrasi petani jagung.
Ilustrasi petani jagung.

Mataram, Berita11.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) di Bumi Gora pada September 2026 berada di angka 128,63, atau mengalami penurunan sebesar 0,80 persen jika dibandingkan dengan posisi bulan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 129,67.

Kepala BPS Provinsi NTB menjelaskan, bahwa penurunan NTP pada bulan ini dipicu oleh laju Indeks Harga yang Diterima Petani yang mengalami penurunan sebesar 0,79 persen. Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,01 persen.

Bacaan Lainnya

Selain NTP, penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi NTB. Pada September 2026, NTUP tercatat sebesar 132,72, turun 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 133,71.

BACA JUGA:  Kenaikan PPN akan Pengaruhi Daya Beli dan Penyediaan Barang Jasa, ini Saran Ekonom Unram untuk Pemerintah

Perkembangan NTP masing-masing subsektor pada September 2026 menunjukkan tren yang beragam. Subsektor hortikultura tercatat mengalami tekanan paling dalam dibanding subsektor lainnya.

Berikut rincian perkembangan NTP per subsektor pada September 2026:

Tanaman Pangan: Naik 0,52 persen menjadi 126,59, didorong oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani sebesar 0,57 persen dan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani sebesar 0,06 persen.

Hortikultura: Turun tajam sebesar 7,49 persen menjadi 175,39. Penurunan ini diakibatkan oleh merosotnya Indeks Harga yang Diterima Petani hingga 7,91 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani turun 0,46 persen.

Tanaman Perkebunan Rakyat: Naik 1,12 persen menjadi 112,33, seiring kenaikan indeks yang diterima petani sebesar 1,15 persen dan indeks yang dibayar sebesar 0,03 persen.

BACA JUGA:  Tertinggi di NTB, Inflasi YoY di Kota Bima Tembus 2,5 Persen

Peternakan: Mengalami kenaikan tipis 0,02 persen menjadi 118,99.

Perikanan: Turun 0,32 persen menjadi 112,80. Secara lebih rinci, subsektor Perikanan Tangkap turun 0,34 persen (NTP 115,75) dan Perikanan Budidaya turun 0,26 persen (NTP 102,57).

Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di perdesaan Provinsi NTB pada September 2026 mengalami inflasi atau kenaikan sebesar 0,05 persen, yang membuat indeksnya bergeser dari 129,19 pada bulan Agustus 2026 menjadi 129,26.

BPS mencatat bahwa kenaikan IKRT ini terutama disumbang oleh peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran transportasi yang naik sebesar 0,36 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen. Pergerakan harga di tingkat pedesaan ini turut berkontribusi pada tipisnya kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani secara umum selama periode bulan September 2026. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait