Kini Mereka Betah Membaca: Cerita Perubahan di SDN Sowa

Siswa SDN Sowa Kecamatan Soromandi, Muhammad Ifan dan kawan-kawannya antusias membaca buku cerita yang didistribusikan YAPPIKA dan YISA Ambalawi di sela menunggu peresmian perpustakan sekolah, Senin (11/5/2026). Foto US/ Berita11.com.
Siswa SDN Sowa Kecamatan Soromandi, Muhammad Ifan dan kawan-kawannya antusias membaca buku cerita yang didistribusikan YAPPIKA dan YISA Ambalawi di sela menunggu peresmian perpustakan sekolah, Senin (11/5/2026). Foto US/ Berita11.com.

Di sebuah sudut pesisir Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, semangat baru tumbuh dari bangunan sederhana yang lama terlupakan dan nyaris ambruk. Perpustakaan SDN Sowa yang sebelumnya rusak berat selama belasan tahun, kini kembali hidup dan dipenuhi tawa serta antusiasme siswa-siswi sekolah dasar.

Puluhan siswa berseragam putih merah tampak antusias dan sibuk dengan aktivitas membaca di halaman sekolah tepat di bagian depan pojok baca di samping perpustakaan SDN Sowa. Mereka duduk berjejer di bangku dan taman depan perpustakaan sekolah. Dengan serius mereka melahap berbagai buku cerita yang didistribusikan Yayasan YISA Ambalawi dan YAPPIKA di perpustakaan baru yang selesai direhabilitasi beberapa bulan lalu.

Bacaan Lainnya

Mereka merupakan siswa kelas I hingga kelas V SDN Sowa. Sementara di bagian lain sekolah, siswa kelas VI tetap mengikuti Tes Kompetensi Akademik atau TKA yang mulai dilaksanakan serentak sejak Senin, 11 Mei 2026. Di tengah kesibukan ujian, mereka juga ikut menyaksikan momen peresmian perpustakaan sekolah yang kini menjadi wajah baru harapan pendidikan di desa pesisir itu.

Salah satu siswa yang paling bahagia menyambut peresmian perpustakaan adalah Fadhira, siswi kelas IV SDN Sowa. Dengan senyum malu-malu, ia mengaku senang melihat perpustakaan sekolahnya kini tampak menarik dan dipenuhi buku-buku cerita yang menyenangkan untuk dibaca.

“Senang lihat perpustakaan seperti sekarang,” ujar Fadhira, juara dua di kelasnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Amira, siswi kelas V SDN Sowa. Ia mengaku kini lebih sering mengunjungi perpustakaan sekolah, terutama saat jam istirahat dan pergantian pelajaran.

BACA JUGA:  Kisah Mawardin: Konsisten Meraih Nilai Matematika di atas 90, Biayai sendiri Kuliah hingga Tuntas

“Biasanya datang baca, kadang pinjam buku,” katanya.

Aktivitas siswa membaca buku di samping perpustakaan sekolah di SDN Sowa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.
Aktivitas siswa membaca buku di samping perpustakaan sekolah di SDN Sowa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.

Putri pasangan Nurfatimah dan Amirudin ini bercita-cita menjadi seorang ustazah atau guru. Ia terinspirasi dari sosok guru-gurunya di sekolah. Setelah tamat SD nanti, Amira ingin melanjutkan pendidikan di SMPN 5 Soromandi yang berada tidak jauh dari kampungnya di Desa Kananta.

Meski berasal dari keluarga petani sederhana, Amira optimistis dapat meraih cita-citanya. Ia juga berharap seluruh ruang kelas di sekolahnya ke depan bisa mendapat perhatian dan perbaikan dari pemerintah.

“Datang sama teman-teman,” ujarnya saat menceritakan kebiasaannya membaca bersama di perpustakaan.

Bagi Amira dan teman-temannya, kehadiran perpustakaan baru membuat lingkungan sekolah terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Apalagi lokasi sekolah yang berada dekat laut menambah suasana belajar menjadi lebih asyik.

Semangat membaca juga terlihat dari Muhammad Ifan, siswa kelas V SDN Sowa. Hampir setiap hari ia datang ke perpustakaan untuk membaca buku cerita favoritnya tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Putra pasangan Jufri dan Khairunas ini mengaku mulai lancar membaca sejak kelas III SD. Di sela aktivitas sekolah, ia juga membantu kedua orang tuanya bekerja di kebun jagung.

“Biasa ke kebun bantu petik jagung,” ujarnya.

Ifan bercita-cita menjadi anggota kepolisian. Baginya, polisi adalah sosok yang gagah dan membanggakan keluarga.

Sementara itu, Abi Risam, siswa kelas III SDN Sowa, juga mengaku bahagia melihat perubahan besar pada perpustakaan sekolahnya. Tahun lalu bangunan itu masih rusak dan tidak digunakan. Kini, perpustakaan menjadi tempat favorit siswa untuk membaca dan belajar.

Abi mengaku senang membaca buku cerita berjudul Kisah Eyang Katak yang Bijaksana. Dari cerita itu, ia belajar tentang nilai kebijaksanaan dan kebaikan kepada sesama.

“Kalau baca buku cerita senang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Soliditas Bhabinkamtibmas dan Babinsa Brang Biji Antar Jemput Lansia untuk Divaksin

Di balik kesederhanaannya sebagai anak petani musiman, Abi tetap menyimpan mimpi besar menjadi polisi dan membanggakan kedua orang tuanya.

Peresmian perpustakaan SDN Sowa turut dihadiri Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy didampingi Kepala SDN Sowa, Muhtar, serta perwakilan YAPPIKA dan Yayasan YISA Ambalawi, sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan tokoh agama.

Board of Executive/Fundraising Director Sri Indiyastuti menyampaikan bahwa rehabilitasi perpustakaan dan penguatan literasi merupakan bagian dari upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan ramah anak.

Ia mengatakan, YAPPIKA bersama Yayasan YISA Ambalawi terus berkomitmen mendampingi sekolah-sekolah di Kabupaten Bima melalui Program Sekolah Aman, menghadirkan ruang belajar yang aman bagi siswa.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy mengapresiasi kolaborasi YAPPIKA dan YISA Ambalawi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bima.

Menurutnya, kehadiran perpustakaan yang nyaman dan dipenuhi bahan bacaan menarik menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas literasi anak-anak sejak dini.

Ia berharap budaya membaca terus tumbuh di lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari siswa.

Ribuan buku cerita rakyat yang didistribusikan YAPPIKA dan YISA Ambalawi di perpustakaan baru SDN Sowa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima menjadi bacaan favorit siswa dan secara tidak langsung mendorong literasi siswa di sekolah ini. Foto US/ Berita11.com.
Ribuan buku cerita rakyat yang didistribusikan YAPPIKA dan YISA Ambalawi di perpustakaan baru SDN Sowa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima menjadi bacaan favorit siswa dan secara tidak langsung mendorong literasi siswa di sekolah ini. Foto US/ Berita11.com.

SDN Sowa merupakan satu dari delapan sekolah dampingan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia atau YAPPIKA ActionAid bersama Yayasan YISA Ambalawi melalui Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima.

Selain SDN Sowa, program pendampingan juga dilakukan di SDN Inpres Lewintana, SDN Teh, SDN Inpres Sai, serta empat sekolah di Kecamatan Wera yakni SDN Inpres Bala, SDN Wora, SDN Inpres Sangiang Pulau dan SDN Inpres Ntoke.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua yayasan secara bertahap mendorong kualitas literasi dan numerasi siswa di sekolah-sekolah dampingan, termasuk menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman dan ramah anak. (US)

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait