Wabup Bima Wajibkan Calon Kepala Sekolah harus Mampu Wujudkan Literasi-Numerasi 100 Persen dalam Waktu 1-2 Tahun

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. Foto Ist.
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. Foto Ist.

Bima, Berita11.com – Wakil Bupati Bima, H. Irfan menegaskan kepala sekolah yang akan dilantik wajib menandatangani pakta kinerja dengan target utama meningkatkan kemampuan dasar siswa, mulai dari literasi, numerasi, membaca Alquran hingga bacaan salat.

Penegasan itu disampaikan Wabup Bima saat saat menyampaikan sambutan di sela meresmikan Perpustakaan SDN Sowa Kecamatan Soromandi, Senin (11/5/2026).

Bacaan Lainnya

Irfan menekankan bahwa tujuan negara tidak hanya sekadar merdeka, tetapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi.

“Tujuan negara kita bukan sekadar merdeka, bukan sekadar ada bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tapi ada niat mulia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, yang berperan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bapak ibu guru sekalian,” tegasnya.

BACA JUGA:  Menanti Karya Besar dari Unram untuk Mendukung Industrialisasi di NTB

Ia mengatakan, dirinya telah merumuskan sejumlah poin yang harus dipenuhi kepala sekolah yang akan dilantik. Salah satunya, memastikan seluruh siswa di sekolahnya mampu membaca dan menulis (liteasi dan numerasi) dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

Selain itu, kepala sekolah juga diwajibkan memastikan siswa mampu membaca Alquran dan menguasai bacaan salat dengan baik.

“Saya ingin nanti kepala sekolah yang akan dilantik meneken pakta kinerja. Semua kepala sekolah wajib tiga hal. Pertama memastikan satu atau dua tahun seluruh siswa bisa baca tulis. Kedua memastikan siswa bisa baca Alquran. Ketiga memastikan bisa bacaan salat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepala sekolah yang tidak mampu memenuhi target tersebut dalam waktu dua tahun akan dievaluasi dan diganti.

BACA JUGA:  Selain Dekatkan Layanan Publik, Lewat Selasa Menyapa  di Woha, Pemkab Bima Hidupkan UMKM

“Kalau dua tahun tidak bisa, ganti kepala sekolah,” tandasnya.

Menurut  Irfan, kebijakan tersebut bukan semata-mata keinginan pribadi, melainkan bagian dari misi negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi intelektual maupun karakter.

Ia juga mengutip lirik lagu Indonesia Raya sebagai pengingat bahwa pembangunan jiwa dan karakter harus menjadi prioritas utama sebelum pembangunan fisik.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Jiwanya dulu yang harus kita bangun, mentalnya, karakteristiknya, akhlaknya, keimanannya. Baru badannya,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta seluruh guru di Kabupaten Bima mengambil peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter dan memiliki dasar keagamaan yang kuat. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

 

Pos terkait