Banjir Rendam Dua Desa di Sanggar Bima, Akses Jalan Tambora Sempat Lumpuh

Kondisi rumah warga di wilayah Kabupaten Bima yang terdampak luapan banjir, Sabtu (3/1/2026) sore.
Kondisi rumah warga di wilayah Kabupaten Bima yang terdampak luapan banjir, Sabtu (3/1/2026) sore.

Bima, Berita11.com— Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima pada Sabtu (3/1/2026) siang mengakibatkan banjir di Kecamatan Sanggar. Setidaknya dua desa, yakni Desa Boro dan Desa Kore, terendam luapan air yang berasal dari drainase yang tidak mampu menampung debit air gunung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengonfirmasi bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WITA setelah hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda wilayah tersebut sejak siang hari.

Bacaan Lainnya



“Drainase di Desa Boro dan Desa Kore tidak mampu menahan debit air kiriman dari pegunungan. Selain faktor volume air yang tinggi, penyumbatan akibat tumpukan sampah juga menjadi penyebab air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya,” ujar M. Nurul Huda dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2026).

BACA JUGA:  Imbalance Demand and Supply Bahan Pangan, BI NTB Ingatkan Faktor Penyumbang Inflasi

Di Desa Boro, banjir merendam sedikitnya 7 unit rumah di wilayah RT 08 yang dihuni oleh 24 jiwa. Luapan air dengan ketinggian 20 hingga 60 sentimeter tersebut juga menggenangi jalan Lintas Tambora, yang mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan sempat mengalami kemacetan total.

Kondisi serupa terjadi di Desa Kore. Sebanyak 8 unit rumah di RT 10 yang dihuni 27 jiwa terdampak luapan air setinggi 20 hingga 70 sentimeter. Selain pemukiman, akses jalan menuju Pelabuhan Kore dan jalan lingkungan warga juga tergenang air berlumpur.

“Saat ini air sudah mulai surut. Warga dibantu petugas mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumah. Meski sempat terjadi hambatan lalu lintas, kendaraan kini sudah mulai bisa melintas secara perlahan,” tambah Huda.

BACA JUGA:  Indeks ENSO -0,29, HTH di Kabupaten Bima 137 Hari

BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam insiden ini. Namun, kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik dan peralatan tanggap darurat sangat diperlukan oleh warga terdampak.

Terkait kerugian materiil, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap sektor lahan pertanian dan infrastruktur umum yang mengalami kerusakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mengingat saat ini masih dalam periode rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung,” pungkasnya. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News



Pos terkait