Bima, Berita11.com– Masyarakat Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melewati malam yang mencekam. Belum usai membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang yang merendam ratusan rumah pada Rabu (28/1/2026) sore, warga kembali dikejutkan oleh guncangan gempa tektonik bermagnitudo 4,6 pada Kamis (29/1/2026) dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, mengonfirmasi dua kejadian bencana beruntun yang menimpa wilayahnya. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD, cuaca ekstrem memicu banjir di dua kecamatan, yakni Sanggar dan Lambu, sebelum akhirnya gempa terjadi pukul 02.30 WITA.
Ratusan Rumah Terendam Banjir
Hujan lebat disertai petir yang mengguyur sejak Rabu siang menyebabkan debit air dari pegunungan meluap. Di Kecamatan Lambu, tepatnya di Desa Soro, sebanyak 420 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 80 cm.
“Di Desa Soro, selain pemukiman warga terendam, sebuah tanggul sepanjang 18 meter jebol akibat tidak kuat menahan derasnya arus,” jelas Nurul Huda.
Sementara itu, di Kecamatan Sanggar, banjir merendam 50 rumah di Desa Oi Saro dengan ketinggian air hingga 50 cm. Total terdapat 470 rumah warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Meski air mulai surut pada tengah malam, warga kini harus menghadapi tumpukan lumpur dan kerusakan infrastruktur yang masih didata.
Di tengah upaya warga memulihkan kondisi pasca-banjir, gempa M 4,6 mengguncang pada Kamis dini hari. Mengutip penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, Nurul Huda menyebutkan bahwa gempa tersebut berpusat di darat, 45 km tenggara Bima dengan kedalaman 128 km.
“Gempanya terasa nyata di dalam rumah, seperti truk yang sedang lewat. Beruntung, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga kini belum ada laporan kerusakan tambahan akibat guncangan tersebut,” tambahnya.
Saat ini, BPBD Kabupaten Bima telah menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi:
Bantuan logistik dan peralatan (Logpal).
Pasokan air bersih. Bantuan tanggap darurat lainnya.
Nurul Huda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, maupun angin puting beliung.
“Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada. Pastikan struktur bangunan rumah tetap aman pasca-gempa sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan, dan terus pantau informasi resmi dari BMKG maupun BPBD,” pungkasnya. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News












