Fisik Sekolah Rusak Parah, Pemda Pindahkan KBM SMPN 4 Lambitu

Kondisi bangunan SMPN 4 Lambitu Kabupaten Bima yang kondisinya rusak parah dan tidak bisa digunakan untuk KBM. Kondisi ini disorot aktivis mahasiswa asal wilayah setempat. Sejumlah warga berinisiatif membangun rangka kayu untuk ruang belajar di depan sekolah rusak.
Kondisi bangunan SMPN 4 Lambitu Kabupaten Bima yang kondisinya rusak parah dan tidak bisa digunakan untuk KBM. Kondisi ini disorot aktivis mahasiswa asal wilayah setempat. Sejumlah warga berinisiatif membangun rangka kayu untuk ruang belajar di depan sekolah rusak.

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima memindahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN) 4 Satu Atap Lambitu Kabupaten Bima ke sekolah terdekat.

Sepekan terakhir kondisi sekolah yang rusak parah dan tidak dipakai untuk KBM disorot aktivis asal Kecamatan Lambitu.  Menyusul kondisi bangunan yang rusak, warga bergotong royong membangun tenda di depan sekolah untuk KBM siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Suryadin menjelaskan,  untuk mengantisipasi  dampak fenomena alam gerakan tanah di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo dan Desa Kaowa Kecamatan Lambitu pada Mei 2023, pada  13 Juni 2023, Tim  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi  dan Sumberdaya Mineral melakukan peninjauan lapangan ke kedua lokasi tersebut.

BACA JUGA:  Selain Sekolah, Keluarga Diharapkan Ciptakan Ruang untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

“Hasilnya ditemukan gerakan tanah  berupa tipe rayapan (creep) dan tipe nendatan (rotasi) yang ditandai dengan adanya banyak retakan,  mahkota longsor di bagian atas,” kata Suryadin dalam pernyataan tertulis, Selasa (9/9/2025).

Mengacu pada hasil  kajian tersebut, untuk mengantisipasi potensi bencana dan mempertimbangkan keselamatan siswa didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,  pemerintah daerah mengambil keputusan,  bangunan sekolah tersebut tidak boleh digunakan lagi untuk kegiatan Belajar mengajar (KBM).

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima menjelaskan, fenomena gerakan tanah merupakan pertimbangan utama sehingga KBM siswa  dipindahkan dengan meminjam lokasi di sekolah lain terdekat dan tidak mengalami bencana yang sama.

BACA JUGA:  HBK Peduli Salurkan Bantuan Sembako dan Hewan Qurban kepada Anggotanya

“Rencana relokasi sudah dilakukan sejak tahun 2022, mulai dari pengusulan pada anggaran pemerintah daerah hingga usulan bantuan DAK fisik pusat. Kendala yang dialami dalam pengusulan bangunan sekolah tersebut tidak boleh direhab dan harus di relokasi pada lahan baru,” jelas dia.

Dinas Dikbudpora bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kaowa mengusahakan  lahan baru pada tahun 2023 dan sekolah membuat sertifikat lahan sebagai salah satu syarat mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah dengan berbagai usaha yang dilakukan,  melalui pemutakhiran Dapodik sekolah yang didukung lahan baru bersertifikat, maka pada  tahun 2025 angkatan 6, SMPN 4 Lambitu Satu Atap akan mendapatkan bantuan revitalisasi 2025,” katanya.

Saat ini pihak sekolah  dalam proses mengupload data administrasi dan data teknis persiapan Bimtek penandatanganan perjanjian kerja sama penerima bantuan revitalisasi 2025.   [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait