Bima, Berita11.com– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas aktivitas ekonomi ilegal guna menciptakan iklim bisnis yang pasti bagi investor.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan Kamar Dagang AS (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan The United States Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan bahwa pemerintah telah menutup 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di kawasan hutan lindung. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya besar melawan korupsi dan penyimpangan hukum di tanah air.
“Pemerintah saya berkomitmen untuk melawan korupsi dan penyimpangan. Kami baru saja menutup 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di hutan lindung,” ujar Prabowo.
Selain penutupan tambang, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyita sedikitnya 4 juta hektare lahan dari perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum, termasuk operasional di luar area izin konsesi. Ia meyakini penegakan hukum yang konsisten akan menciptakan stabilitas sosial dan politik yang kondusif bagi kegiatan ekonomi.
“Kami menangani masalah secara langsung dan menegakkan hukum untuk menciptakan kepastian proses hukum. Saya rasa ini akan menambah iklim stabilitas dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bisnis,” lanjutnya.
Berbekal latar belakang sebagai pengusaha, Prabowo meyakinkan para investor bahwa Indonesia memiliki tradisi kuat dalam menghargai kontrak kesepakatan dengan pihak asing. Ia menegaskan bahwa tamu asing di Indonesia akan selalu dilindungi dan dihargai.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menyebut AS sebagai mitra strategis dan teman kuat bagi negara-negara di Asia Tenggara dalam pembangunan ekonomi.
“Kami menghargai hubungan AS-Indonesia serta keterlibatan Amerika. Selama bertahun-tahun, Asia Tenggara selalu menganggap Amerika Serikat sebagai teman yang kuat,” pungkas Prabowo. [B-19]
Follow informasi Berita11.com di Google News

















