Cari Balita Tenggelam di Kecamatan Bolo, Tim SAR Gabungan Gunakan Alat Canggih Aqua Eye

Upaya pencarian korban hanyut di aliran sungai di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima oleh tim SAR gabungan, Senin (2/3/2026) malam.
Upaya pencarian korban hanyut di aliran sungai di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima oleh tim SAR gabungan, Senin (2/3/2026) malam.

Bima, Berita11.com— Tim SAR gabungan menggunakan alat canggih Aqua Eye, sebuah sonar device untuk mencari korban yang tenggelam karena hanyut arus sungai di Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Senin (2/3/2026) sore.

Balita M Ibdillah (3), warga RT 10/RW 005 Dusun Sigi 2, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, dilaporkan tenggelam di sungai Dusun Sigi, Senin (2/3/2026) sekira pukul 16.30 WITA. Hingga malam hari, korban masih dalam pencarian tim gabungan.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M. Nurul Huda,  menjelaskan,  Aqua Eye  yang digunakan dalam misi pencarian korban berasal dari Basarnas.

Diketahui sebelumnya, korban awalnya pergi ke sungai bersama teman-temannya menggunakan sepeda. Korban bersama beberapa temannya menuju sungai dan menyimpan sepeda di bantaran sungai, tepatnya di belakang Tempat Pemakaman Umum Desa Rato. Saat mandi, korban diduga terseret arus sungai dan tenggelam.

BACA JUGA:  Pemukiman Warga di Bima Diterjang Banjir, Puluhan Mengungsi

Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut langsung memberi tahu orang tua korban. Warga setempat bersama anggota Polsek Bolo segera melakukan pencarian awal sebelum tim gabungan turun ke lokasi.

Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian terdiri dari Pos SAR Bima, BPBD Kabupaten Bima, serta Polsek Bolo. Proses pencarian masih terus berlangsung dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian mengalami kendala karena minimnya penerangan di area Dam Timu, Kecamatan Bolo, sehingga menyulitkan proses penyisiran saat kondisi mulai gelap.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan dan tim gabungan masih melanjutkan upaya pencarian.

Untuk diketahui AquaEye adalah perangkat sonar genggam canggih bertenaga AI yang dirancang untuk pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelam di bawah air secara cepat. Alat ini memindai area hingga 85.000 kaki persegi dalam waktu kurang dari 5 menit, mendeteksi tubuh manusia di kedalaman hingga 50 meter, serta digunakan oleh Basarnas dan tim penyelamat.

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima sebut Gaji PNS dan PPPK belum Dibayar karena Pemerintah Pusat

 

Fitur Utama dan Keunggulan AquaEye:

Teknologi Sonar & AI: Menggunakan sonar dan artificial intelligence (AI) untuk membedakan tubuh manusia dari objek lain (seperti sampah atau kayu) di dasar air.

Deteksi Cepat: Mampu memindai area luas hanya dalam beberapa menit, mempercepat waktu respons tim SAR secara signifikan.

Portabel dan Handheld: Mudah dibawa dan dioperasikan oleh satu orang dari tepi sungai, perahu, atau dermaga.

Efektif di Perairan Keruh: Sangat membantu dalam kondisi visibilitas rendah.

Fitur Pro (Pro Model): Menampilkan data target secara langsungdual frequency, dan fitur untuk menyimpan hasil pemindaian

[B-22]

 

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait