Pemancing Meninggal di Pantai Baku Lambu

Pemancing meninggal saat dievakuasi Tim SAR Sabtu (10/10/2026).
Pemancing meninggal saat dievakuasi Tim SAR Sabtu (10/10/2026).

Bima, Berita11.com — Tim SAR gabungan menemukan satu pemancing bernama Nisfu Sya’ban dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Baku, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Sabtu (10/10/2026). Sementara itu, pencarian terhadap Muhidin, satu korban lainnya yang masih hilang, hingga Minggu (11/10/2026) siang belum membuahkan hasil.

Kepala Pos SAR Bima, M Firdaus, mengatakan dari tiga pemancing yang mengalami kecelakaan laut tersebut, dua orang telah ditemukan pada hari pertama operasi SAR. Madi Lau ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan Nisfu Sya’ban ditemukan meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Blokir Jalan dalam Perspektif Islam: Antara Hak Menyampaikan Aspirasi dan Hak Pengguna Jalan

Korban Nisfu Sya’ban ditemukan sekira pukul 11.30 WITA pada Sabtu dan dievakuasi menggunakan perahu karet (rubber boat) menuju Desa Kangga (Nggira). Personel bersama korban tiba di desa tersebut sekria pukul 12.20 WITA.

Sementara itu, pencarian terhadap Muhidin dilanjutkan pada pukul 14.00 WITA setelah tim kembali bergerak menuju lokasi kejadian. Namun, hingga personel kembali ke Desa Kangga sekira pukul 17.30 WITA, korban belum ditemukan. Operasi pencarian kemudian direncanakan berlanjut pada hari kedua.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Muhidin. Hingga Minggu siang, hasil pencarian masih nihil.

Pencarian pemancing meninggal oleh tim SAR.
Pencarian pemancing meninggal oleh tim SAR.

Firdaus menjelaskan, kondisi cuaca saat pencarian hari kedua dilaporkan cerah, dengan kecepatan angin sekitar 5 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Arus laut terpantau bergerak ke arah timur.

BACA JUGA:  Suami di Ambalawi Diduga Sayat Leher Istri dengan Cutter, Keduanya Dilarikan ke Rumah Sakit

Meski demikian, kondisi perairan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasi pencarian. Pada hari pertama, tim menghadapi angin dengan kecepatan 5–10 knot, arus yang kuat, serta gelombang berkisar 1,5–2 meter.

Operasi SAR melibatkan personel Polsek Langgudu, BPBD Kabupaten Bima, Polair Sape, Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bima, serta nelayan setempat.

Hingga Minggu siang, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Muhidin, satu-satunya korban yang belum ditemukan dalam kecelakaan laut tersebut. [B-22]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait