Hujan di Awal Musim Kemarau, Ternyata ini Penyebabnya

Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan.

Jakarta, Berita11.com— Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan awal musim kemarau tahun ini dipengaruhi adanya aktivitas gelombang kelvin dan Rossby. Aktivitas itu yang menyebabkan adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Faktor dinamika atmosfer lainnya, kata Dwikorita juga adanya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian utara yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar Laut China selatan dan utara Sulawesi.

Bacaan Lainnya

“Kondisi ini juga turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan,” ujarnya dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 9 Juli 2023.

BACA JUGA: Hujan Deras, Rumah Warga Bima dan Dua Sepeda Motor Hanyut Dibawa Banjir

Berdasarkan data analisis cuaca BMKG dalam tiga hari terakhir dapat diidentifikasi bahwa masih terdapat hujan yang turun di beberapa wilayah. Hujan kategori lebat hingga sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Bali.

Sedangkan hujan ringan-sedang terjadi di sebagian Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Tengah/Timur, Kalimantan Tengah/Selatan/Utara, Sulawesi Selatan/Barat/Tenggara, Gorontalo, Maluku, Papua.

Ia mengungkapkan, cuaca dan iklim di wilayah Indonesia dipicu oleh berbagai faktor dinamika atmosfer mulai dari skala global hingga regional dan lokal. Hingga awal Juli ini, menurutnya, faktor dinamika atmosfer global yang aktif adalah El Nino dengan kategori Lemah.

“Sedangkan berdasarkan analisis terakhir, ada beberapa faktor dinamika atmosfer skala regional hingga lokal yang saat ini berperan cukup signifikan dalam memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan sehingga menyebabkan kenapa dalam sepekan ini masih terjadi potensi hujan di beberapa wilayah dan bahkan dalam beberapa hari ke depan masih cukup aktif di wilayah Indonesia,” ujar dia.

BACA JUGA: Musim Kemarau tapi Malam hari Terasa lebih Dingin, ini Penjelasan BMKG Bima

Melihat perkembangan dinamika atmosfer tersebut, Dwikorita mengatakan dalam periode 7-10 Juli 2023 masih akan terjadi potensi intensitas hujan sedang sampai lebat. Wilayah yang akan mengalami potensi hujan tersebut yakni wilayah Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

“Terkait hal tersebut, BMKG menghimbau kepada warga masyarakat terdampak terutama di wilayah yang masuk wilayah bahaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan upaya mitigasi terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sekitarnya,” ungkapnya.

Sumber: Media Indonesia

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait