Ramadan 2026, 67% UMKM Marketplace Siapkan Strategi Diskon Agresif

Tim Bakolan.
Tim Bakolan.

Jakarta, Berita11.com– Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di ekosistem marketplace menunjukkan optimisme tinggi saat Ramadan 2026.

Berdasarkan survei terbaru dari Bakolan terhadap lebih dari 80 pelaku usaha, sebanyak 67% responden menyatakan sangat siap menghadapi lonjakan permintaan konsumen yang diprediksi memuncak pada bulan suci tersebut.

Bacaan Lainnya

Tahun ini, persaingan di platform digital diperkirakan akan lebih sengit dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 56% pelaku usaha berencana menerapkan strategi pemasaran yang lebih agresif untuk menangkap potensi transaksi di kategori fashion, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga paket hantaran (hampers).

BACA JUGA:  Selain Dekatkan Layanan Publik, Lewat Selasa Menyapa  di Woha, Pemkab Bima Hidupkan UMKM

CEO Bakolan, Angky Yan Pramudya, mengungkapkan bahwa UMKM saat ini tidak lagi sekadar menunggu momentum, tetapi aktif merancang promosi yang terstruktur. “Kami melihat peningkatan kepercayaan diri. Mereka tidak hanya bersiap secara operasional, tetapi juga lebih berani dalam menyusun strategi promosi,” ujar Angky dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Dalam menghadapi siklus tahunan ini, pelaku usaha menetapkan dua fokus utama untuk menjaga performa toko mereka:

Manajemen Stok (89%): Mayoritas UMKM menempatkan ketersediaan bahan baku dan barang jadi sebagai prioritas tertinggi guna menghindari kehilangan momentum penjualan.

Strategi Harga (67%): Diskon harga tetap menjadi senjata utama, namun kini mulai dikombinasikan dengan teknik lain.

Data survei menunjukkan pergeseran strategi yang lebih variatif; selain diskon, sebanyak 56% pelaku usaha memilih skema bundling produk, sementara 22% lainnya mengandalkan fitur gratis ongkos kirim dan cashback untuk meningkatkan nilai belanja per pelanggan.

BACA JUGA:  Kualitas Kredit Terjaga di bawah Threshold 5%, Stimulus Restrukturisasi Kredit Berakhir

Meski optimisme meluap, para pelaku UMKM tetap mewaspadai sejumlah tantangan. Sebanyak 56% responden mengakui bahwa kesulitan memprediksi pola lonjakan permintaan secara akurat masih menjadi kendala utama. Hal ini menuntut fleksibilitas dalam pengelolaan arus kas dan persediaan barang.

“Kematangan strategi menjadi pembeda tahun ini. Pelaku usaha mulai memahami bahwa pertumbuhan tinggi harus dibarengi dengan disiplin operasional yang sehat agar bisnis tetap berkelanjutan setelah Lebaran,” tambah Angky.

Bakolan memprediksi bahwa Ramadan 2026 akan menjadi ajang pembuktian loyalitas pelanggan. Strategi yang tepat di periode ini dinilai tidak hanya akan mendongkrak omzet sesaat, tetapi juga mampu membangun basis pelanggan jangka panjang bagi para UMKM di tanah air. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

 

Pos terkait