Bima, Berita11.com – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sila (HIKMASI) Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Puskesmas Bolo, Kamis (30/7/2026) pagi. Massa menyoroti krisis tenaga dokter yang dinilai mengganggu pelayanan kesehatan dan menghambat hak masyarakat memperoleh layanan medis.
Dalam aksi tersebut, massa yang dikoordinatori Muhammad Ramadhan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima agar segera mengatasi kekurangan tenaga dokter di Puskesmas Bolo.
Salah seorang koordinator aksi, Rifki Pratama, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait menurunnya kualitas pelayanan akibat terbatasnya jumlah dokter yang bertugas.
“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi secara optimal. Kondisi kekurangan dokter ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Menurut Rifki, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah berkewajiban menjamin ketersediaan tenaga medis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
Melalui aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Bima dan Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter, memulihkan pelayanan kesehatan agar kembali optimal, serta menyampaikan secara terbuka upaya penyelesaian persoalan tersebut kepada masyarakat.

Selain itu, mereka juga meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan dan kebutuhan sumber daya manusia di Puskesmas Bolo agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Massa memberikan tenggat waktu 1 x 24 jam kepada pemerintah daerah untuk merespons tuntutan tersebut. Apabila tidak ada langkah penyelesaian yang jelas, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi sebagai bentuk pengawalan terhadap aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bolo, Hj. Nurjanah, menjelaskan kekurangan tenaga dokter terjadi karena dua dokter definitif tidak dapat menjalankan tugas. Satu dokter sedang menjalani cuti sakit akibat gangguan jantung, sedangkan satu dokter lainnya sedang mengikuti pendidikan spesialis.
“Kondisi tersebut membuat saat ini hanya tersisa satu dokter yang bertugas di Puskesmas Bolo, sehingga pelayanan rawat inap dan IGD untuk sementara dihentikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pasien yang membutuhkan penanganan darurat diarahkan ke RSUD Sondosia. Sementara masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan dasar juga dapat mengakses layanan di Puskesmas Soromandi maupun Puskesmas Madapangga.
Nurjanah mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Dinas Kesehatan sebelumnya telah menerbitkan surat keputusan penugasan dokter dari RSUD Sondosia untuk membantu pelayanan di Puskesmas Bolo, namun penugasan tersebut belum dapat terlaksana.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Sekretaris Daerah juga telah menerbitkan surat keputusan penempatan tiga dokter untuk memperkuat pelayanan di Puskesmas Bolo. Ketiga dokter tersebut dijadwalkan dipanggil Sekda Kabupaten Bima pada Jumat (31/7/2026).
Nurjanah berharap pemerintah segera menerbitkan surat keputusan definitif bagi sedikitnya dua dokter untuk bertugas tetap di Puskesmas Bolo agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal. Menurutnya, dengan jumlah kunjungan pasien yang cukup tinggi, Puskesmas Bolo idealnya didukung sedikitnya 11 tenaga dokter.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti mengatakan kekurangan tenaga dokter tidak hanya terjadi di Puskesmas Bolo. Saat ini, Puskesmas Donggo, Soromandi, dan Wawo juga mengalami kekosongan dokter.
Ia menyebutkan, Puskesmas Bolo saat ini hanya memiliki satu dokter aktif, sementara jumlah kunjungan pasien mencapai sekitar 200 orang per hari.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan menugaskan sementara dokter dari puskesmas lain guna membantu pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan yang mengalami kekurangan tenaga medis. Khusus Puskesmas Bolo, pihaknya juga telah meminta bantuan dokter dari RSUD Sondosia.
“Untuk sementara layanan IGD dan rawat inap di Puskesmas Bolo ditutup dan dialihkan ke RSUD Sondosia sampai kebutuhan tenaga dokter dapat terpenuhi,” ujar Nurul. [B-19/B-22]
Follow informasi Berita11.com di Google News












