Positif Hepatitis, 13 Pekerja SPPG di Soromandi Diganti

Ilustrasi pekerja dapur MBG.
Ilustrasi pekerja dapur MBG.

Bima, Berita11.com – Sebanyak 13 pekerja atau relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lewintana 2, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diganti setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mereka positif hepatitis.

Pemilik SPPG Lewintana 2, Nurjanah, membenarkan adanya pergantian belasan pekerja tersebut. Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah pihaknya menerima hasil screening kesehatan yang dilakukan petugas Puskesmas Soromandi beberapa bulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Nurjanah mengatakan, pergantian 13 pekerja tersebut merupakan bagian dari penerapan standar kesehatan dalam pengelolaan dapur SPPG yang menyediakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA:  Sejak 23 Juni SPPG Madapangga Salurkan MBG untuk Kelompok 3B

“Kita bukan mengabaikan para relawan itu, tetapi penghentian terpaksa kita lakukan. Kita ganti dengan pekerja lain yang hasil pemeriksaannya negatif, baik hepatitis maupun penyakit lainnya,” kata Nurjanah di Lewintana, Sabtu (5/9/2026).

Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata keinginan pengelola SPPG, melainkan bagian dari upaya memenuhi ketentuan dan standar yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, pihak SPPG berkomitmen menjalankan seluruh prosedur yang ditetapkan, termasuk melengkapi dokumen pendukung seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Nurjanah menjelaskan, seluruh pekerja yang sebelumnya direkrut di SPPG Lewintana 2 berasal dari masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi.

Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen pengelola untuk memberdayakan masyarakat di sekitar dapur SPPG sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

BACA JUGA:  Rektor UIN Mataram Apresiasi Capaian 100 Hari Kerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

“Ini sekaligus sebagai upaya memberdayakan tenaga di sekitar sehingga ada dampak positif yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Soromandi, Nasarudin, mengungkapkan bahwa hasil screening kesehatan yang dilakukan petugas medis menemukan sejumlah pekerja dapur SPPG di wilayah Soromandi yang terindikasi positif hepatitis.

Atas temuan tersebut, Puskesmas Soromandi merekomendasikan pengelola SPPG mengganti pekerja yang berdasarkan hasil pemeriksaan memiliki kondisi kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan, sebagai bagian dari upaya memastikan proses pengolahan dan penyediaan makanan dalam program MBG tetap memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. [B-19]

Follow informasi Berita11.com di Google News

Pos terkait